Peran UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Bondowoso dalam Proses Pembentukan Interaksi Sosial Lansia

dc.contributor.authorAnnastia Ariqoh
dc.date.accessioned2026-02-27T02:23:27Z
dc.date.issued2025-09-30
dc.descriptionEntry oleh Arif 2026 Februari 27
dc.description.abstractPenelitian ini berjudul “Peran UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Bondowoso dalam Proses Perkembangan Interaksi Sosial Lansia” yang dilatarbelakangi oleh pentingnya kesejahteraan lanjut usia (lansia) yang tidak hanya mencakup pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga aspek mental, sosial, dan psikologis. Kehidupan lansia di panti sosial menghadirkan dinamika interaksi yang beragam, mulai dari kerja sama hingga konflik. UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Bondowoso sebagai lembaga pelayanan sosial memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi interaksi sosial lansia sehingga kualitas hidup mereka dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran UPT dalam membentuk interaksi sosial lansia melalui berbagai program pelayanan sosial. Landasan teorinya mencakup teori peran, teori interaksi sosial, dan konsep kesejahteraan lansia menurut para ahli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala UPT, staf pendamping, serta lansia penghuni panti. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, sedangkan validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UPT Tresna Werdha Bondowoso berperan melalui sejumlah program seperti bimbingan kesehatan, kerohanian, fisik, keterampilan, rekreatif, serta kegiatan sosial lain yang mendorong terbentuknya interaksi sosial positif. Interaksi lansia di panti ini tampak dalam bentuk kerja sama, akomodasi, dan asimilasi yang mempererat hubungan antarindividu. Namun demikian, dinamika negatif juga muncul berupa persaingan, kontravensi, dan pertentangan yang sesekali menimbulkan konflik antar penghuni. Peran UPT dapat dilihat dalam tiga dimensi, yakni peran normatif yang dijalankan sesuai aturan dan norma, peran ideal yang merefleksikan harapan agar lansia tetap produktif dan mandiri, serta peran faktual yang menggambarkan pelaksanaan nyata di lapangan, meskipun seringkali terbatas oleh jumlah tenaga pendamping dan sarana yang ada. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa UPT Tresna Werdha Bondowoso memiliki kontribusi yang signifikan dalam mendukung interaksi sosial lansia, baik melalui kegiatan sehari-hari maupun program pembinaan yang terstruktur. Interaksi sosial yang terbentuk berpengaruh positif terhadap kesehatan mental, emosional, dan kesejahteraan sosial lansia. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dan munculnya konflik antar penghuni masih menjadi tantangan yang perlu diperhatikan. Peneliti merekomendasikan agar UPT menambah jumlah tenaga pendamping, memperbanyak kegiatan interaktif, serta melibatkan keluarga dan masyarakat dalam mendukung keberlangsungan hidup lansia. Dukungan dari pemerintah dalam bentuk kebijakan dan anggaran juga sangat diperlukan agar upaya peningkatan kesejahteraan lansia di panti sosial dapat berjalan lebih optimal.
dc.description.sponsorshipDPU : Dr. Kusuma Wulandari., S.Sos., M.Si. DPA : Maisaroh Choirotunnisa, S.Sos., M.A.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4770
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
dc.subjectUPT Pelayanan Sosial
dc.subjectInteraksi sosial
dc.subjectLansia
dc.subjectKesejahteraan sosial
dc.titlePeran UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Bondowoso dalam Proses Pembentukan Interaksi Sosial Lansia
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
ANNASTIA ARIQOH - 210910301004.pdf
Size:
1013.48 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: