Peran Tata Rias dan Busana untuk Menciptakan Identitas Visual pada Karakter Tokoh Dani dalam Film Horor Midsommar
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Midsommar adalah film horor psikologis yang dirilis tahun 2019,
disutradarai oleh Ari Aster. Film ini menawarkan pendekatan visual yang tidak
biasa pada genre horor, dengan menghadirkan pencahayaan terang, warna cerah,
dan kostum tradisional yang kontras dengan tema kekerasan dan kengerian.
Penelitian ini menyoroti peran tata rias dan busana dalam membentuk identitas
visual tokoh Dani serta menciptakan atmosfer horor psikologis dalam film tersebut.
Karakter Dani tampil melalui perjalanan emosional yang ditunjukkan secara visual
melalui perubahan riasan dan kostumnya, dari sosok yang rapuh hingga menjadi
figur ritualistik dalam komunitas pagan.
Penelitian menggabungkan teori mise-en-scène dari Bordwell dan
Thompson, serta teori karakter tiga dimensi dari Lajos Egri untuk menganalisis
elemen visual seperti tata rias dan busana bekerja mendukung pembangunan
karakter. Aspek mise-en-scène yang digunakan meliputi setting, kostum, tata rias,
pencahayaan, dan pementasan. Sementara itu, karakter Dani dianalisis melalui
pendekatan fisiologis, sosiologis, dan psikologis yang saling mendukung
pembentukan identitas visual tokoh secara utuh. Metode penelitian yang digunakan
adalah deskriptif kualitatif dengan membagi analisis ke dalam enam adegan utama
yang menampilkan perkembangan karakter Dani secara bertahap. Pembagian
dilakukan berdasarkan dinamika visual yang mencerminkan konflik internal
karakter serta simbolisasi naratif yang muncul dalam adegan-adegan penting.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata rias dan busana bukan hanya
menjadi elemen estetika, tetapi juga memainkan peran penting dalam
menyampaikan transformasi psikologis Dani. Busana putih yang dihiasi bunga serta
riasan natural dengan ekspresi kosong menggambarkan transisi Dani dari
keterpurukan menuju penerimaan dalam lingkaran kekerasan ritual. Estetika yang kontras antara kecerahan visual dan horor yang tersembunyi justru memperkuat
sensasi mencekam secara psikologis bagi penonton. Tata rias dan busana dalam
Midsommar secara efektif mendukung penciptaan identitas visual tokoh utama
sekaligus mengungkap kengerian dengan cara yang tidak konvensional.
Description
Reupload Repository 5 Februari 2026_Hasim
