Eksistensi Keluarga Silat Nasional Perisai Diri Cabang Kabupaten Kediri Tahun 1986-2020

dc.contributor.authorUlik Agus Santuso
dc.date.accessioned2026-02-24T06:27:36Z
dc.date.issued2024-02-24
dc.descriptionReupload file repository 24 februari 2026_agus/feren
dc.description.abstractTulisan ini membahas tentang eksistensi Keluarga Silat Nasional Perisai diri cabang Kabupaten Kediri pada tahun 1969-2020. Kelatnas Perisai Diri merupakan organisasi Pencak Silat yang didirikan oleh R.M. Soebandiman Dirdjoatmojo di Surabaya pada tanggal 22 Juli 1955. RM. Soebandiman Dirdjoatmodjo merupakan pendekar agung sebagai pencipta teknik-teknik bela diri yang ada pada Perguruan Kelatnas Perisai Diri. Seiring dengan perkembangan olahraga bela diri, Perisai Diri juga mengalami dinamika di tingkat nasional maupun internasional. Dinamika tersebut dibuktikan dengan diterbitkannya Majalah Kelatnas Perisai Diri edisi pertama tanggal 2 Juli 1986 yang memuat artikel salah satunya dengan judul “Satu Langkah Lebih Maju: Perisai Diri Memperkokoh Pijakan”. Artikel tersebut melampirkan daftar cabang Kelatnas Perisai Diri yang ada di Indonesia maupun di luar negeri. Terdapat cabang Pare dalam artike tersebut. Cabang Pare merupakan cikal bakal terbentuknya cabang Kabupaten Kediri. Keluarga Silat Nasional Perisai Diri cabang Kabupaten Kediri berdiri pada 15 Juni 1967 dan diresmikan pada tahun 1969 oleh pendiri Perisai Diri yaitu R.M Soebandiman Dirdjoatmojo dan cabang tersebut diketuai oleh Sutrisno Ismoe. Pada tahun 1969 cabang tersebut masih berbentuk padepokan dan struktur organisasi masih bersifat sederhana.Pada awal berdirinya, cabang tersebut diketuai oleh Sutrisno Ismoe S.Pd. beliau merupakan salah satu murid langsung dari RM Soebandiman Dirdjoatmodjo. Ketika lulus dari perguruan tinggi yaitu IKIP Surabaya, Sutrisno Ismoe disarankan oleh R.M. Soebandiman Dirdjoatmodjo selaku pendiri Kelatnas Perisai Diri untuk membuka cabang atau padepokan di daerah Kabupaten Kediri. Sutrisno Ismoe menjadi perintis Kelatnas Perisai Diri cabang Kabupaten Kediri. Beliau yang pada saat itu memiliki tingkatan sabuk merah dengan seragam beremblem / badge di dada kiri warna merah kuning yang artinya telah layak untuk menjadi gurudan mengangkat murid-murid baru sebagai anggota Kelatnas Perisai Diri. Sutrisno Ismoe dalam kurun waktu 33 tahun berhasil mendirikan ranting unit sebanyak 13 dan memiliki jumlah anggota di 20 tahun pertama sebanyak 1.000 anggota dan mengalami naik turun jumlah anggota imbas dari anggota lama yang sudah pensiun atau pindah keluar kota menjadi anggota Kelatnas Perisai Diri cabang lain. Pada masa kepemimpinannya, melahirkan beberapa atlet berprestasi salah satunya adalah Aten Martino yang merupakan aktor terkenal yang memerankan film kolosal pada tahun 1990an. Sutrisno Ismoe wafat pada tahun 2003. Sepeninggalan almarhum Sutrisno Ismoe pada tahun 2003, kepemimpinan Kelatnas Perisai Diri Kabupaten Kediri dilimpahkan pada anak pertamanya yaitu Bambang Sumargono .Bambang Sumargono merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yaitu Bambang Sumargono, Imam Hidayat, dan Hidayatturrohman. Ketiga putra dari Sutrisno Ismoe dan Sunarsih menjadi penerus tekad sang ayah untuk mengembangkan dan melestarikan pencak silat khususnya Kelatnas Perisai Diri. Pada awal masa kepemimpinan, Bambang Sumargono mengambil langkah yang cukup beresiko untuk mengatasi kekosongan pelatih di beberapa ranting/unit. Beliau mengutus juniornya bahkan yang belum memiliki sertifikasi maupun pengalaman sebagai pelatih untuk mengisi kekosongan pelatih di beberapa ranting/unit. Tahun 2004 hingga 2009 menjadi masa kelam bagi Kelatnas PD Kabupaten Kediri. Hal itu terjadi karena dalam 5 tahun tersebut Kelatnas Perisai Diri dalam mengikuti kompetisi regional tidak mendapatkan gelar satupun, para atlet tersingkir sebelum memasuki semi finalis. Keadaan tersebut terjadi akibat dampak transisi kepemimpinan dan sumber daya pelatih yang sangat kurang. Tahun 2010 menjadi harapan bagi Kelatnas PD Kabupaten Kediri. Muncul talenta baru yaitu Lailia yang berhasil melangkah pada kompetisi nasional dan menjadi juara 1 pada kompetisi Perisai Diri International Championship (PDIC) di Jakarta. Atlet tersebut mengangkat minat anggota lain untuk bersemangat dalam berlatih. Tahun 2010 hingga 2018 muncul atlet-atlet baru yang mengikuti jejak Lailia yaitu Bayu Suseno, Dzikri Bela dan lainnya yang berhasil mengharumkan nama Kelatnas Perisai Diri Kabupaten Kediri.Tahun 2016 merupakan tahun yang bersejarah bagi Kelatnas PD Kabupaten Kediri. Pada tahun tersebut Kelatnas PD Kabupaten Kediri diresmikan menjadi cabang yang berbadan hukum dengan diterbitkannya Surat Keputusan dari Kelatnas PD Pusat. Anggota Kelatnas PD Kabupaten Kediri mengalami kenaikan sejak mulai banyaknya atlet yang mendapatkan gelar juara. Pada tahun 2020, terjadi penurunan anggota aktif secara signifikan. Penurunan tersebut terjadi akibat munculnya kasus Covid-19 di Indonesia yang semakin masif dan kebijakan pemerintah untuk pembelajaran daring.
dc.description.sponsorshipDPU: Mrr. Ratna Endang W., S.S., M.A. DPA: Drs. Nurhadi Sasmita, M.Hum
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4302
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Budaya
dc.subjectKediri
dc.subjectKelatnas Perisai Diri
dc.subjectPencak
dc.subjectSilat
dc.subjectIPSI
dc.titleEksistensi Keluarga Silat Nasional Perisai Diri Cabang Kabupaten Kediri Tahun 1986-2020
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
ULIK AGUS SANTUSO - 170110301026.pdf
Size:
3.9 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: