Eksistensi Keluarga Silat Nasional Perisai Diri Cabang Kabupaten Kediri Tahun 1986-2020
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Tulisan ini membahas tentang eksistensi Keluarga Silat Nasional Perisai diri
cabang Kabupaten Kediri pada tahun 1969-2020. Kelatnas Perisai Diri merupakan
organisasi Pencak Silat yang didirikan oleh R.M. Soebandiman Dirdjoatmojo di
Surabaya pada tanggal 22 Juli 1955. RM. Soebandiman Dirdjoatmodjo merupakan
pendekar agung sebagai pencipta teknik-teknik bela diri yang ada pada Perguruan
Kelatnas Perisai Diri. Seiring dengan perkembangan olahraga bela diri, Perisai Diri
juga mengalami dinamika di tingkat nasional maupun internasional. Dinamika
tersebut dibuktikan dengan diterbitkannya Majalah Kelatnas Perisai Diri edisi pertama
tanggal 2 Juli 1986 yang memuat artikel salah satunya dengan judul “Satu Langkah
Lebih Maju: Perisai Diri Memperkokoh Pijakan”. Artikel tersebut melampirkan daftar
cabang Kelatnas Perisai Diri yang ada di Indonesia maupun di luar negeri. Terdapat
cabang Pare dalam artike tersebut. Cabang Pare merupakan cikal bakal terbentuknya
cabang Kabupaten Kediri.
Keluarga Silat Nasional Perisai Diri cabang Kabupaten Kediri berdiri pada 15
Juni 1967 dan diresmikan pada tahun 1969 oleh pendiri Perisai Diri yaitu R.M
Soebandiman Dirdjoatmojo dan cabang tersebut diketuai oleh Sutrisno Ismoe. Pada
tahun 1969 cabang tersebut masih berbentuk padepokan dan struktur organisasi masih
bersifat sederhana.Pada awal berdirinya, cabang tersebut diketuai oleh Sutrisno Ismoe
S.Pd. beliau merupakan salah satu murid langsung dari RM Soebandiman
Dirdjoatmodjo. Ketika lulus dari perguruan tinggi yaitu IKIP Surabaya, Sutrisno
Ismoe disarankan oleh R.M. Soebandiman Dirdjoatmodjo selaku pendiri Kelatnas
Perisai Diri untuk membuka cabang atau padepokan di daerah Kabupaten Kediri.
Sutrisno Ismoe menjadi perintis Kelatnas Perisai Diri cabang Kabupaten Kediri.
Beliau yang pada saat itu memiliki tingkatan sabuk merah dengan seragam beremblem
/ badge di dada kiri warna merah kuning yang artinya telah layak untuk menjadi gurudan mengangkat murid-murid baru sebagai anggota Kelatnas Perisai Diri. Sutrisno
Ismoe dalam kurun waktu 33 tahun berhasil mendirikan ranting unit sebanyak 13 dan
memiliki jumlah anggota di 20 tahun pertama sebanyak 1.000 anggota dan mengalami
naik turun jumlah anggota imbas dari anggota lama yang sudah pensiun atau pindah
keluar kota menjadi anggota Kelatnas Perisai Diri cabang lain. Pada masa
kepemimpinannya, melahirkan beberapa atlet berprestasi salah satunya adalah Aten
Martino yang merupakan aktor terkenal yang memerankan film kolosal pada tahun
1990an.
Sutrisno Ismoe wafat pada tahun 2003. Sepeninggalan almarhum Sutrisno
Ismoe pada tahun 2003, kepemimpinan Kelatnas Perisai Diri Kabupaten Kediri
dilimpahkan pada anak pertamanya yaitu Bambang Sumargono .Bambang Sumargono
merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yaitu Bambang Sumargono, Imam
Hidayat, dan Hidayatturrohman. Ketiga putra dari Sutrisno Ismoe dan Sunarsih
menjadi penerus tekad sang ayah untuk mengembangkan dan melestarikan pencak
silat khususnya Kelatnas Perisai Diri. Pada awal masa kepemimpinan, Bambang
Sumargono mengambil langkah yang cukup beresiko untuk mengatasi kekosongan
pelatih di beberapa ranting/unit. Beliau mengutus juniornya bahkan yang belum
memiliki sertifikasi maupun pengalaman sebagai pelatih untuk mengisi kekosongan
pelatih di beberapa ranting/unit.
Tahun 2004 hingga 2009 menjadi masa kelam bagi Kelatnas PD Kabupaten
Kediri. Hal itu terjadi karena dalam 5 tahun tersebut Kelatnas Perisai Diri dalam
mengikuti kompetisi regional tidak mendapatkan gelar satupun, para atlet tersingkir
sebelum memasuki semi finalis. Keadaan tersebut terjadi akibat dampak transisi
kepemimpinan dan sumber daya pelatih yang sangat kurang. Tahun 2010 menjadi
harapan bagi Kelatnas PD Kabupaten Kediri. Muncul talenta baru yaitu Lailia yang
berhasil melangkah pada kompetisi nasional dan menjadi juara 1 pada kompetisi
Perisai Diri International Championship (PDIC) di Jakarta. Atlet tersebut
mengangkat minat anggota lain untuk bersemangat dalam berlatih. Tahun 2010 hingga
2018 muncul atlet-atlet baru yang mengikuti jejak Lailia yaitu Bayu Suseno, Dzikri
Bela dan lainnya yang berhasil mengharumkan nama Kelatnas Perisai Diri Kabupaten
Kediri.Tahun 2016 merupakan tahun yang bersejarah bagi Kelatnas PD Kabupaten
Kediri. Pada tahun tersebut Kelatnas PD Kabupaten Kediri diresmikan menjadi
cabang yang berbadan hukum dengan diterbitkannya Surat Keputusan dari Kelatnas
PD Pusat. Anggota Kelatnas PD Kabupaten Kediri mengalami kenaikan sejak mulai
banyaknya atlet yang mendapatkan gelar juara. Pada tahun 2020, terjadi penurunan
anggota aktif secara signifikan. Penurunan tersebut terjadi akibat munculnya kasus
Covid-19 di Indonesia yang semakin masif dan kebijakan pemerintah untuk
pembelajaran daring.
Description
Reupload file repository 24 februari 2026_agus/feren
