Pengaruh Hormon TDZ dan NAA Terhadap Multiplikasi Tunas Tanaman Anggrek (Phanaenopsis sp) Secara In Vitro

dc.contributor.authorAlfina Damayanti
dc.date.accessioned2026-03-27T03:09:19Z
dc.date.issued2025
dc.descriptionReaploud Repository 27 Maret_agus
dc.description.abstractAnggrek (Famili Orchidaceae) merupakan salah satu famili tanaman berbunga terbesar, tanaman ini memiliki 6 sub famili dengan 19.000-24.000 spesies. Diperkirakan lebih dari 4,000 spesies anggrek terdapat di wilayah Indonesia. Salah satu jenis anggrek yang paling banyak diminati dan dibudidayakan oleh orang Indonesia adalah anggrek bulan. Anggrek Phalaenopsis mempunyai peranan besar dalam industri florikultura dunia dengan pangsa global yang mencakup sekitar 10% perdagangan bunga segar internasional. Proliferasi atau perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan adalah salah satu cara alternatif untuk memperbanyak spesies tanaman dengan jumlah individu yang terbatas. Dalam media kultur jaringan diperlukan penambahan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang berfungsi untuk menstimulus, menahan atau merubah arah pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Zat pengatur tumbuh yang sering digunakan berasal dari kelompok auksin dan sitokinin. Auksin pembentukan akar dan sitokinin dapat memacu munculnya tunas dan berfungsi dalam pembelahan sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan perkembangan eksplan terhadap penambahan hormon sitokinin TDZ dan auksin NAA, serta untuk mengetahui interaksi dari kedua hormon tersebut yang efektif bagi pertumbuhan dan perkembangan eksplan. Faktor yang diamati pada penelitian ini yaitu Konsentrasi TDZ dengan 4 taraf dan NAA dengan 4 taraf didapatkan 16 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 48 unit percobaan diantaranya adalah T0N0: Kontrol, T0N1 (TDZ 0 mg/L; 0,5 mg/L), T0N2 (TDZ 0 mg/L; 1 mg/L), T0N3 (TDZ 0 mg/L; 1,5 mg/L), T1N0 (TDZ 1,5 mg/L; 0 mg/L), T1N1 (TDZ 1,5 mg/L; 0,5 mg/L), T1N2 (TDZ 1 mg/L; 1 mg/L), T1N3 (TDZ 1,5 mg/L; 1,5 mg/L), T2N0 (TDZ 3 mg/L; 0 mg/L), T2N1 (TDZ 3 mg/L; 0,5 mg/L), T2N2 (TDZ 3 mg/L; 1 mg/L), T2N3 (TDZ 3 mg/L; 1,5 mg/L), T3N0 (TDZ 4,5 mg/L; 0 mg/L), T3N1 (TDZ 4,5 mg/L; 0,5 mg/L), T3N2 (TDZ 4,5 mg/L; 1 mg/L), T3N3 (TDZ 4,5 mg/L; 1,5 mg/L). Berdasarkan perlakuan tersebut didapatkan data kuantitatif berupa kedinian eksplan membentuk kalus, kedinian eksplan membentuk tunas, jumlah tunas, persentase eksplan membentuk kalus, dan persentase eksplan membentuk tunas. Data tersebut selanjutnya akan dianalisis secara statistik menggunakan sidik ragam (ANOVA). Perlakuan yang memiliki hasil signifikan diuji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 95%
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Ir.Didik Pudji Restanto, MS., Ph.D
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5727
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Pertanian
dc.subjectHormon TDZ
dc.subjectNAA
dc.subjectMultiplikasi
dc.subjectTanaman Anggrek
dc.subjectPhanaenopsis sp
dc.subjectIn Vitro
dc.titlePengaruh Hormon TDZ dan NAA Terhadap Multiplikasi Tunas Tanaman Anggrek (Phanaenopsis sp) Secara In Vitro
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
ALFINA DAMAYANTI - 201510101067.pdf
Size:
1.63 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: