Pengaruh Hormon TDZ dan NAA Terhadap Multiplikasi Tunas Tanaman Anggrek (Phanaenopsis sp) Secara In Vitro
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Anggrek (Famili Orchidaceae) merupakan salah satu famili tanaman berbunga
terbesar, tanaman ini memiliki 6 sub famili dengan 19.000-24.000 spesies.
Diperkirakan lebih dari 4,000 spesies anggrek terdapat di wilayah Indonesia. Salah
satu jenis anggrek yang paling banyak diminati dan dibudidayakan oleh orang
Indonesia adalah anggrek bulan. Anggrek Phalaenopsis mempunyai peranan besar
dalam industri florikultura dunia dengan pangsa global yang mencakup sekitar 10%
perdagangan bunga segar internasional. Proliferasi atau perbanyakan tanaman
melalui kultur jaringan adalah salah satu cara alternatif untuk memperbanyak
spesies tanaman dengan jumlah individu yang terbatas. Dalam media kultur
jaringan diperlukan penambahan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang berfungsi untuk
menstimulus, menahan atau merubah arah pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Zat pengatur tumbuh yang
sering digunakan berasal dari kelompok auksin dan sitokinin. Auksin pembentukan
akar dan sitokinin dapat memacu munculnya tunas dan berfungsi dalam
pembelahan sel.
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan
perkembangan eksplan terhadap penambahan hormon sitokinin TDZ dan auksin
NAA, serta untuk mengetahui interaksi dari kedua hormon tersebut yang efektif
bagi pertumbuhan dan perkembangan eksplan. Faktor yang diamati pada penelitian
ini yaitu Konsentrasi TDZ dengan 4 taraf dan NAA dengan 4 taraf didapatkan 16
perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 48 unit percobaan
diantaranya adalah T0N0: Kontrol, T0N1 (TDZ 0 mg/L; 0,5 mg/L), T0N2 (TDZ 0
mg/L; 1 mg/L), T0N3 (TDZ 0 mg/L; 1,5 mg/L), T1N0 (TDZ 1,5 mg/L; 0 mg/L),
T1N1 (TDZ 1,5 mg/L; 0,5 mg/L), T1N2 (TDZ 1 mg/L; 1 mg/L), T1N3 (TDZ 1,5
mg/L; 1,5 mg/L), T2N0 (TDZ 3 mg/L; 0 mg/L), T2N1 (TDZ 3 mg/L; 0,5 mg/L),
T2N2 (TDZ 3 mg/L; 1 mg/L), T2N3 (TDZ 3 mg/L; 1,5 mg/L), T3N0 (TDZ 4,5
mg/L; 0 mg/L), T3N1 (TDZ 4,5 mg/L; 0,5 mg/L), T3N2 (TDZ 4,5 mg/L; 1 mg/L), T3N3 (TDZ 4,5 mg/L; 1,5 mg/L). Berdasarkan perlakuan tersebut didapatkan data
kuantitatif berupa kedinian eksplan membentuk kalus, kedinian eksplan
membentuk tunas, jumlah tunas, persentase eksplan membentuk kalus, dan
persentase eksplan membentuk tunas. Data tersebut selanjutnya akan dianalisis
secara statistik menggunakan sidik ragam (ANOVA). Perlakuan yang memiliki
hasil signifikan diuji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan
taraf kepercayaan 95%
Description
Reaploud Repository 27 Maret_agus
