Pengaruh Video Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Fase D pada Materi Prisma

dc.contributor.authorBayu Krisna Maulana
dc.date.accessioned2026-01-29T08:49:22Z
dc.date.issued2025-07-31
dc.descriptionReuploud file repositori 29 Jan 2026_Firli
dc.description.abstractKemajuan teknologi semakin menuntut pendidikan untuk terus beradaptasi dan menjadi lebih modern. Fokus utama dalam pendidikan yang lebih modern salah satunya adalah kemampuan berpikir kritis. Hal ini dikarenakan berpikir kritis merupakan bagian dari kompetensi 6C (Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration, Citizenship/Culture, dan Character education/Connectivity) yang esensial pada proses pendidikan untuk memperbaiki kualitas berpikir dan pemecahan masalah peserta didik. Oleh karena itu, pendidikan negara ini harus berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis guna mempersiapkan generasi yang kompetitif dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan sosial yang semakin kompleks. Sayangnya kenyataan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik di Indonesia masih tergolong rendah apalagi diperburuk oleh metode pembelajaran konvensional yang dominan menggunakan ceramah, sehingga peserta didik cenderung menghafal. Video-Based Learning merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui penerapan metode pembelajaran inovatif dan memanfaatkan teknologi. Metode pembelajaran ini berfokus pada efektivitas penggunaan video sebagai media utama dalam proses belajar tanpa membuat suasana jenuh. Penelitian dilaksanakan di SMPN 7 Jember pada semester genap 2024/2025 dengan jenis penelitian Quasi-Eksperiment dan desain non-equivalent (pretest-posttest) control group. Pemilihan sampel penelitian menggunakan teknik simple random sampling, yang terpilih kelas VIII J sebagai kelas eksperimen dan VII F sebagai kelas kontrol. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes, dengan instrumen penelitiannya yakni lembar soal pretest dan posttest. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab dua rumusan masalah. Rumusan masalah pertama dijawab melalui hasil rata-rata nilai pretest kelas eksperimen dan nilai posttest kelas eksperimen memiliki perbedaan rata-rata yang signifikan, yakni 70,03 untuk rata-rata nilai pretest kelas eksperimen dan 82,34 untuk rata-rata nilai posttest-nya. Hal itu menunjukkan adanya peningkatan hasil rata-rata dari sebelum pemberian intervensi dengan setelah pemberian intervensi. Hasil perhitungan nilai pretest dan posttest di kelas eksperimen diuji menggunakan uji Paired Sample T-test untuk uji perbedaan dua rata-rata nilai pada sampel yang berpasangan, menunjukkan nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,000 dengan nilai probabilitas signifikansi < 0,05. Dengan demikian, dari hasil tersebut dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan metode VBL terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik fase D pada materi prisma. Rumusan masalah kedua dijawab melalui hasil rata-rata nilai posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki perbedaan rata-rata yang signifikan yakni pada kelas eksperimen adalah 82,34 dan kelas kontrol adalah 68,62. Selisih dari keduanya adalah 13,72 poin yang menandakan bahwa rata-rata nilai posttest pada kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Hasil perhitungan nilai posttest yang diuji menggunakan uji Independent Sample T-Test untuk uji perbedaan dua ratarata nilai pada sampel yang tidak berpasangan, menunjukkan nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,000 dengan nilai probabilitas signifikansi < 0,05. Dengan demikian, dari hasil tersebut dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis peserta didik yang menggunakan metode pembelajaran VBL dibandingkan dengan peserta didik yang menggunakan pembelajaran konvensional metode ceramah. Keberhasilan metode VBL dalam hal memperbaiki kualitas kemampuan berpikir kritis di SMPN 7 Jember disebabkan karena setiap langkah pembelajarannya dikaitkan dengan indikator berpikir kritis. Hal tersebut terlihat dari infusi kemampuan berpikir kritis yang mulai muncul pada berbagai tahap pembelajaran dengan metode VBL. Saat menonton video, siswa menunjukkan kemampuan interpretasi; setelahnya, melalui pertanyaan pemantik dan diskusi, mereka mengembangkan analisis dan evaluasi; dan pada tahap akhir, mereka menyimpulkan materi secara utuh. Dengan demikian, penerapan metode VBL dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efisien dan efektif dalam memberdayakan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Dr. Abi Suwito, S.Pd., M.Pd.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/750
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
dc.subjectVideo Based Learning
dc.subjectKemampuan Berpikir Kritis
dc.subjectMedia Pembelajaran
dc.subjectMateri Prisma
dc.titlePengaruh Video Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Fase D pada Materi Prisma
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
BAYU KRISNA MAULANA - 210210101054.pdf
Size:
1016.17 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: