Eksistensi Dewan Daerah Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (DD SOBSI) Djakarta Raja Tahun 1946-1966
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Skripsi ini membahas eksistensi Dewan Daerah Sentral Organisasi Buruh Seluruh
Indonesia (SOBSI) Djakarta Raja dalam kurun waktu 1946–1966. Penelitian ini
bertujuan untuk menjelaskan latar belakang pembentukan SOBSI Djakarta Raja,
menganalisis peran dan aktivitasnya dalam memperjuangkan kepentingan buruh
serta keterlibatannya dalam dinamika politik nasional, dan mengkaji faktor-faktor
yang menyebabkan pembubarannya dalam konteks perubahan politik nasional.
Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik
sumber, interpretasi, dan historiografi. Pendekatan sosiologi organisasi dan teori
struktural fungsional digunakan sebagai kerangka analisis untuk memahami
hubungan antara struktur organisasi, dinamika internal, serta interaksinya dengan
lingkungan politik dan sosial pada masa Orde Lama. Hasil penelitian menjelaskan
bahwa SOBSI Djakarta Raja berperan signifikan sebagai kekuatan buruh
perkotaan yang aktif dalam perjuangan kesejahteraan buruh, seperti tuntutan upah
layak, jaminan kerja, Tunjangan Hari Raya, perlindungan tenaga kerja, serta
dukungan terhadap kebijakan nasionalisasi perusahaan asing. Melalui aksi mogok,
demonstrasi, dan mobilisasi massa, SOBSI turut membentuk kesadaran politik
buruh di wilayah ibu kota. Peran ini juga didukung oleh surat kabar Soeara
Boeroeh yang menjadi media propaganda, penyebaran informasi bagi kaum
buruh. Namun, semakin intensnya keterlibatan politik SOBSI, terutama
kedekatannya dengan Partai Komunis Indonesia, menyebabkan organisasi ini
terseret dalam eskalasi konflik politik pada era Demokrasi Terpimpin. Peristiwa
Gerakan 30 September 1965 dan penerbitan TAP MPRS No. XXV/MPRS/1966
menjadi titik akhir eksistensi SOBSI Djakarta Raja, sekaligus menandai
perubahan drastis dalam sejarah gerakan buruh Indonesia dan relasi negara
dengan organisasi buruh pada periode tersebut yang berdampak panjang terhadap
konfigurasi hubungan industrial nasional pasca-1965 serta perkembangan
kebijakan ketenagakerjaan di Indonesia modern selanjutnya secara historis dan
institusional berkelanjutan nasional Indonesia.
Description
FINALISASI oleh Arif 2026 Juni 22
