Pengaruh Penerapan Model Poe2we Berbantuan Media Augmented Reality Terhadap Pemahaman Konsep Dan Hasil Belajar Fisika SMA/MA Pada Materi Hukum Newton

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Pembelajaran fisika adalah suatu proses atau interaksi antara pendidik dan peserta didik yang menggunakan sumber belajar yang berkaitan dengan ilmu pasti yang diukur melalui pemecahan masalah yang diberikan kepada peserta didik melalui cara yang tepat. Pembelajaran fisika yang telah berlangsung saat ini kebanyakan masih menggunakan metode teacher centered yang hanya sebatas transfer pengetahuan atau knowledge sehingga peserta didik akan pasif dalam pembelajaran. Selama proses pembelajaran berlangsung siswa tidak selalu menyerap dan memahami informasi yang telah disampaikan dengan sepenuhnya, terlebih lagi pada materi fisika yang memuat banyak konsep ilmiah dan dianggap tidak menarik. Kurangnya variasi media pembelajaran dalam pengajaran fisika, khususnya pada materi Hukum Newton, juga dapat menyebabkan rendahnya pemahaman konsep yang kurang mendalam. Salah satu strategi dan keterampilan yang mampu merangsang pemahaman peserta didik mengenai suatu konsep serta mampu meningkatkan efektivitas belajarnya adalah dengan menggunakan model pembelajaran POE2WE. Selain mempertimbangkan model yang tepat dalam pembelajaran fisika, inovasi dalam media pembelajaran juga sangat diperlukan. Oleh karena itu, model POE2WE dapat dikombinasikan dengan media Augmented Reality yang dapat memvisualisasikan konsep fisika yang abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model POE2WE berbantuan media Augmented Reality terhadap pemahaman konsep dan mengkaji pengaruh penerapan model POE2WE berbantuan media Augmented Reality terhadap hasil belajar fisika siswa. Adapun penelitian ini dilakukan di MA Al-Qodiri Jember pada periode semester gasal tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment yang diteliti dengan non-equivalent control group design. Proses penentuan sampel adalah dengan teknik sampling jenuh. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok, yakni kelas XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 1 sebagai kelas kontrol. Data pemahaman konsep dan hasil belajar fisika siswa diperoleh dari tes yang berupa posttest dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian mengenai pengaruh penerapan model POE2WE berbantuan media Augmented Reality terhadap pemahaman konsep siswa menggunakan data posttest. Nilai rata-rata posttest keseluruhan siswa di kelas eksperimen adalah 73,63 dan di kelas kontrol adalah 54,13. Hasil analisis data pemahaman konsep menggunakan uji Independent Sample T-test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.000 atau nilai Sig. < 0,05, maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan dari penerapan model POE2WE berbantuan media Augmented Reality terhadap pemahaman konsep fisika siswa MA Al-Qodiri Jember. Hal ini disebabkan karena penerapan model pembelajaran POE2WE berbantuan media Augmented Reality di kelas eksperimen sehingga dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa karena media Augmented Reality membuat pembelajaran lebih menarik, mudah dibaca, dipahami, dan diingat, serta menjadikan konsep yang diajarkan lebih konkret. Hasil penelitian mengenai pengaruh penerapan model POE2WE berbantuan media Augmented Reality terhadap hasil belajar siswa menggunakan data posttest. Adapun level kognitif yang digunakan pada saat pembelajaran di kelas eksperimen dengan menerapkan model POE2WE berbantuan media Augmented Reality adalah C1 mengingat (remembering), C2 memahami (understanding), C3 menerapkan (applying), dan C4 menganalisis (analyzing). Nilai rata-rata posttest hasil belajar di kelas eksperimen adalah 86,36 dengan rentang nilai dari 60 – 100, sedangkan di kelas kontrol adalah 73,63 dengan rentang nilai dari 40 – 100. Hasil analisis data hasil belajar menggunakan Mann-Whitney U-test diperoleh nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,003 yang artinya nilai Sig. < 0,05, maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan dari penerapan model POE2WE berbantuan media Augmented Reality terhadap hasil belajar fisika siswa MA Al-Qodiri Jember. Perbedaan tersebut dapat dijelaskan berdasarkan fakta bahwa penggunaan model POE2WE berbantuan media Augmented Reality di kelas eksperimen lebih efektif dibanding kelas kontrol. Pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) yang diintegrasikan dengan model pembelajaran POE2WE berperan dalam memfasilitasi visualisasi konsep-konsep yang bersifat abstrak, sehingga mampu meningkatkan proses belajar peserta didik. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diperoleh, kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan dari penerapan model POE2WE berbantuan media Augmented Reality terhadap pemahaman konsep fisika siswa dan terdapat perbedaan yang signifikan dari penerapan model POE2WE berbantuan media Augmented Reality terhadap hasil belajar fisika siswa. Penerapan model POE2WE yang didukung oleh media Augmented Reality diharapkan mampu menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Inovasi pembelajaran ini diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan, khususnya dalam upaya menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif, efektif, dan berorientasi pada pemahaman mendalam.

Description

Reupload Repositori File 04 Maret

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By