Analisis Fungsi Ginjal Pascainjeksi Variasi Dosis Protein Rekombinan CIDRα-PfEMP1 sebagai Kandidat Vaksin Malaria pada Tikus Wistar
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Malaria menjadi beban kesehatan global yang signifikan. Salah satu
penyebab malaria berat adalah Plasmodium falciparum, hal tersebut mendorong
vaksinasi untuk mencegah malaria berat. Protein rekombinan CIDR1α-PfEMP1
merupakan kandidat vaksin tahap eritrositik yang penting karena perannya dalam
mekanisme malaria berat dengan menawarkan target alternatif dari vaksin yang ada
saat ini. Meskipun kandidat vaksin ini terbukti mampu menginduksi respons imun
tetapi masih terdapat potensi risiko keamanan, yang mana aktivasi imun yang kuat
dapat menyebabkan kerusakan organ yang tidak diinginkan. Salah satu organ yang
dapat mengalami hal tersebut adalah ginjal. Jejas pada ginjal dapat diakibat oleh
kompleks imun dan inflamasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengatasi masalah tersebut dengan menganalisis keamanan kandidat vaksin
CIDR1α-PfEMP1 pada fungsi ginjal. Secara spesifik, tujuan penelitian ini adalah
untuk mengevaluasi perbedaan parameter serum kreatinin dan Blood Urea Nitrogen
(BUN) pada tikus Wistar setelah pemberian variasi dosis protein rekombinan.
Penelitian ini berdesain true experimental dengan penelitian repeated
posttest only control group design. Hewan coba yang digunakan sebanyak enam
belas ekor tikus Wistar (Rattus novergicus) jantan dengan pembagian sebanyak
empat kelompok. Proses diawali dengan sterilisasi, ekstraksi, purifikasi, dan
visualisasi protein rekombinan CIDR1α-PfEMP1. Protein yang telah tervisualisasi
pada SDS-PAGE diukur konsentrasinya menggunakan Bradford protein assay.
Protein rekombinan CIDR1α-PfEMP1 diinjeksi persubkutan dengan tiga dosis
berbeda setiap kelompok perlakuan yaitu 75 μg dengan adjuvan, 150 μg dengan
adjuvan, dan 300 μg dengan adjuvan, serta terdapat kelompok kontrol dengan
injeksi NaCl 0,9%. Injeksi dilakukan dua kali pada hari ke-0 dan 28 dengan
pengambilan sampel intraorbital pada hari ke-3, 10, 31, dan 42. Kadar serum
kreatinin dan BUN diukur menggunakan spektrofotometer. Penelitian ini
menggunakan analisis statistik uji Kruskall Wallis H dan Friedman untuk
membandingkan data antar kelompok dan melihat perubahannya seiring waktu.
Selain itu, perhitungan rasio BUN/kreatinin juga dilakukan untuk memperkirakan
penyebab dari kenaikan kadar serum yang terjadi.
Hasil penelitian menunjukan tidak adanya perbedaan kadar serum kreatinin
dan BUN pascainjeksi protein rekombinan CIDR1α-PfEMP1 pada keseluruhan
antar kelompok maupun antar waktu (p>0.05). Hasil ini menyiratkan bahwa
kenaikan nilai dapat disebabkan oleh faktor fisiologis umum pada hewan coba,
seperti status hidrasi atau stres, daripada efek toksik langsung dari kandidat vaksin
pada struktur ginjal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kandidat vaksin malaria
berbasis protein rekombinan CIDR1α-PfEMP1 aman pada model tikus Wistar.
Kesimpulan fundamental ini ditarik berdasarkan hasil konsisten yang mana tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik pada parameter kunci fungsi
ginjal, yaitu serum kreatinin dan BUN. Stabilitas kedua parameter ini dilihat secara
kuat, baik saat dibandingkan antar kelompok perlakuan dengan dosis bervariasi
maupun saat dianalisis dari waktu ke waktu. Profil keamanan ini terbukti konsisten
di seluruh rentang dosis yang diujikan dan selama periode pengamatan 42 hari, yang
mencakup keseluruhan strategi imunisasi primer dengan adjuvan CFA dan booster
dengan IFA
Description
Reupload file repository 28 Januari 2026_Ratna
