Analisis Strategi Pemasaran pada Pos Ketan Legenda 1967, Kota Batu

dc.contributor.authorClara Rasida Naafiati Sukarno
dc.date.accessioned2026-03-12T04:24:14Z
dc.date.issued2024-03-12
dc.descriptionReuploud file repositori 11 maret 2026_Firli
dc.description.abstractPos Ketan Legenda (PKL) 1967 merupakan salah satu kuliner legendaris Kota Batu yang telah berdiri sejak 57 tahun lalu serta terbukti dapat bertahan hingga saat ini. PKL 1967 didirikan oleh Ibu Siami dan saat ini dikelola oleh anak beliau yaitu Bapak Sugeng Hadi. PKL 1967 dikenal dengan sebutan kuliner malam hari karena PKL 1967 beroperasi dari pukul 10.00 hingga 23.00. PKL 1967 memiliki visi yaitu ingin menjadi tujuan utama wisatawan yang ingin menikmati jajanan tradisional. Sedangkan misi dari PKL 1967 adalah mengangkat citra jajanan tradisional di kalangan milenial dengan cara mempertahankan cita rasa tradisional dan terus menambah inovasi khususnya dari segi rasa. Oleh karena itu, PKL 1967 melakukan inovasi terhadap menu yang dimiliki agar mendapat perhatian konsumen dari berbagai generasi. Saat ini PKL 1967 telah menawarkan tiga puluh dua macam taburan tradisional hingga modern pada olahan ketan, delapan macam olahan susu sapi murni, serta makanan ringan lainnya. Setelah menyebarkan kuesioner SWOT kepada 50 responden pria dan wanita berumur 17 – 53 tahun yang merupakan pelanggan PKL 1967, penelitian ini menghasilkan nilai dari masing – masing SWOT serta mengetahui kondisi PKL 1967 saat ini. Nilai dari kekuatan yang dimiliki PKL 1967 yaitu sebesar 2.8, nilai kelemahan PKL 1967 yaitu 1.1, nilai peluang yang dimiliki 2.5, dan nilai ancaman PKL 1967 yaitu sebesar 1.6. Oleh karena itu, titik koordinat X pada diagram SWOT sebesar 0.9 dan titik koordinat Y sebesar 0.4, maka kondisi PKL 1967 berada pada kuadran I. Pada kuadran ini sebaiknya PKL 1967 lebih memperhatikan strategi SO (Strengths-Opportunities). Berikut beberapa alternatif strategi SO yang dapat diterapkan PKL 1967 yaitu: a. Melakukan inovasi menu lainnya yang terbuat dari olahan ketan atau susu sapi. b. Memberikan pelayanan yang baik dan ramah kepada pelanggan. c. Menjaga kebersihan outlet PKL 1967 dan kehigienisan alat makan. 36 d. Mempertahankan atau meningkat fasilitas umum yang diberikan kepada konsumen seperti meja dan kursi makan, toilet, mushola, sertas tempat parkir kendaraan. e. Memanfaatkan teknologi dalam mengolah makanan dan minuman, agar dapat mengefisienkan waktu. f. Memperluas usahanya dengan membuka cabang PKL 1967 di kota lain dengan sistem waralaba. Selain strategi SO, PKL 1967 dapat menerapkan strategi WT untuk mengatasi kelemahan dan ancaman yang dimiliki. Berikut beberapa alternatif strategi WT yang dapat diterapkan PKL 1967: a. Menampilkan menu – menu disertai harga masing – masing item agar konsumen mengetahui menu yang dimiliki dengan jelas, dapat melalui banner atau media sosial. b. Memberikan informasi mengenai lokasi cabang PKL 1967 kepada konsumen. c. Mendekorasi outlet semenarik mungkin dengan gambar atau benda yang menjadi ciri khas PKL 1967 seperti logo, menu, dan lainnya. d. Meningkatkan pengemasan makanan dan minuman yang baik agar olahan makanan dan minuman dapat bertahan lebih lama.
dc.description.sponsorship-
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/5249
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ekonomi dan Bisnis
dc.subjectPemasaran
dc.subjectPos Ketan
dc.subjectMalang
dc.titleAnalisis Strategi Pemasaran pada Pos Ketan Legenda 1967, Kota Batu
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
CLARA RASIDA NAAFIATI SUKARNO - 220820101006.pdf
Size:
2.23 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description:

Collections