Analisis Strategi Pemasaran pada Pos Ketan Legenda 1967, Kota Batu
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Abstract
Pos Ketan Legenda (PKL) 1967 merupakan salah satu kuliner legendaris
Kota Batu yang telah berdiri sejak 57 tahun lalu serta terbukti dapat bertahan
hingga saat ini. PKL 1967 didirikan oleh Ibu Siami dan saat ini dikelola oleh anak
beliau yaitu Bapak Sugeng Hadi. PKL 1967 dikenal dengan sebutan kuliner malam
hari karena PKL 1967 beroperasi dari pukul 10.00 hingga 23.00. PKL 1967
memiliki visi yaitu ingin menjadi tujuan utama wisatawan yang ingin menikmati
jajanan tradisional. Sedangkan misi dari PKL 1967 adalah mengangkat citra
jajanan tradisional di kalangan milenial dengan cara mempertahankan cita rasa
tradisional dan terus menambah inovasi khususnya dari segi rasa. Oleh karena itu,
PKL 1967 melakukan inovasi terhadap menu yang dimiliki agar mendapat
perhatian konsumen dari berbagai generasi. Saat ini PKL 1967 telah menawarkan
tiga puluh dua macam taburan tradisional hingga modern pada olahan ketan,
delapan macam olahan susu sapi murni, serta makanan ringan lainnya.
Setelah menyebarkan kuesioner SWOT kepada 50 responden pria dan wanita
berumur 17 – 53 tahun yang merupakan pelanggan PKL 1967, penelitian ini
menghasilkan nilai dari masing – masing SWOT serta mengetahui kondisi PKL
1967 saat ini. Nilai dari kekuatan yang dimiliki PKL 1967 yaitu sebesar 2.8, nilai
kelemahan PKL 1967 yaitu 1.1, nilai peluang yang dimiliki 2.5, dan nilai ancaman
PKL 1967 yaitu sebesar 1.6. Oleh karena itu, titik koordinat X pada diagram
SWOT sebesar 0.9 dan titik koordinat Y sebesar 0.4, maka kondisi PKL 1967
berada pada kuadran I. Pada kuadran ini sebaiknya PKL 1967 lebih memperhatikan
strategi SO (Strengths-Opportunities).
Berikut beberapa alternatif strategi SO yang dapat diterapkan PKL 1967 yaitu:
a. Melakukan inovasi menu lainnya yang terbuat dari olahan ketan atau susu
sapi.
b. Memberikan pelayanan yang baik dan ramah kepada pelanggan.
c. Menjaga kebersihan outlet PKL 1967 dan kehigienisan alat makan.
36
d. Mempertahankan atau meningkat fasilitas umum yang diberikan kepada
konsumen seperti meja dan kursi makan, toilet, mushola, sertas tempat parkir
kendaraan.
e. Memanfaatkan teknologi dalam mengolah makanan dan minuman, agar dapat
mengefisienkan waktu.
f. Memperluas usahanya dengan membuka cabang PKL 1967 di kota lain dengan
sistem waralaba.
Selain strategi SO, PKL 1967 dapat menerapkan strategi WT untuk mengatasi
kelemahan dan ancaman yang dimiliki. Berikut beberapa alternatif strategi WT
yang dapat diterapkan PKL 1967:
a. Menampilkan menu – menu disertai harga masing – masing item agar
konsumen mengetahui menu yang dimiliki dengan jelas, dapat melalui banner
atau media sosial.
b. Memberikan informasi mengenai lokasi cabang PKL 1967 kepada konsumen.
c. Mendekorasi outlet semenarik mungkin dengan gambar atau benda yang
menjadi ciri khas PKL 1967 seperti logo, menu, dan lainnya.
d. Meningkatkan pengemasan makanan dan minuman yang baik agar olahan
makanan dan minuman dapat bertahan lebih lama.
Description
Reuploud file repositori 11 maret 2026_Firli
