Analisis Faktor Kepatuhan Dokter Gigi Dalam Menerapkan Kewaspadaan Standar Untuk Mencegah Healthcare-Associated Infections (HAIS) di Puskesmas Kabupaten Jember

dc.contributor.authordrg. Ade Kusmaningsih
dc.date.accessioned2026-06-09T03:40:41Z
dc.date.issued2025-09-23
dc.descriptionReupload Repositori File 09 Juni 2026_Kholif Basri
dc.description.abstractHealthcare-Associated Infections (HAIs) merupakan masalah kesehatan global yang serius, terutama di negara berkembang, karena meningkatkan lama rawat inap, biaya pengobatan, serta angka kesakitan dan kematian. Dokter gigi memiliki risiko tinggi terhadap HAIs akibat prosedur yang menghasilkan aerosol, cedera benda tajam, serta kebersihan tangan yang kurang memadai. Meskipun kewaspadaan standar telah ditetapkan untuk mencegah infeksi, tingkat kepatuhan di kalangan praktisi kedokteran gigi masih rendah. Pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan sangat penting untuk meningkatkan pengendalian infeksi di layanan kesehatan primer. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif, dilakukan pada 50 Puskesmas di Kabupaten Jember. Populasi terdiri dari 53 dokter gigi, seluruhnya dijadikan sampel (total sampling). Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi logistik ordinal dengan bantuan SPSS. Variabel independen meliputi pengetahuan, motivasi, persepsi, sikap, iklim keselamatan kerja, sarana prasarana, dukungan pimpinan, pelatihan, dan pengawasan, dengan kepatuhan sebagai variabel dependen. Hasil: Sebanyak 77,4% responden memiliki pengetahuan baik, 94,3% memiliki motivasi tinggi, dan 86,8% menunjukkan sikap positif. Secara keseluruhan, 73,6% dokter gigi patuh terhadap kewaspadaan standar. Analisis statistik menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, iklim keselamatan kerja, sarana prasarana, pelatihan, dan pengawasan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan, sedangkan motivasi, persepsi, dan dukungan pimpinan tidak berpengaruh. Pengetahuan muncul sebagai faktor paling dominan dengan odds ratio sebesar 5,9, yang berarti dokter gigi dengan pengetahuan lebih tinggi memiliki peluang lima kali lebih besar untuk patuh. Kesimpulan: Kepatuhan dokter gigi terhadap kewaspadaan standar di Kabupaten Jember tergolong cukup baik, namun dipengaruhi oleh beberapa faktor, dengan pengetahuan sebagai determinan paling kuat. Hasil ini menegaskan pentingnya pendidikan berkelanjutan, pelatihan rutin, pengawasan yang lebih optimal, serta ketersediaan sarana untuk memperkuat praktik pencegahan infeksi di layanan kesehatan primer. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori melalui integrasi model perilaku kesehatan serta memberikan implikasi praktis bagi pengambil kebijakan dalam memperkuat program pengendalian infeksi di tingkat komunitas.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Dr. drg. Rina Sutjiati M.Kes Dosen Pembimbing Anggota: Dr. dr. Sugiyanta, M.Ked
dc.identifier.otherKholif Basri
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8370
dc.language.isoother
dc.publisherPascasarjana / Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat
dc.subjectKepatuhan
dc.subjectDokter Gigi
dc.subjectKewaspadaan Standar
dc.subjectHealthcare Associated Infections (HAIs).
dc.titleAnalisis Faktor Kepatuhan Dokter Gigi Dalam Menerapkan Kewaspadaan Standar Untuk Mencegah Healthcare-Associated Infections (HAIS) di Puskesmas Kabupaten Jember
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
drg. Ade Kusmaningsih - 222520102008.pdf
Size:
1.71 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: