Hubungan Tingkat Keparahan Penyakit dengan Lama Rawat Inap Pasien Cedera Otak Traumatik di Ruang ICU RSD dr. Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keperawatan
Abstract
Kejadian cedera otak traumatik diperkirakan terjadi sebanyak 500.000
kasus pertahunnya di Amerika Serikat dengan 80% karena cedera otak
traumatik ringan, 10% karena cedera otak traumatik sedang, dan 10% karena
cedera otak traumatik berat. Menurut data dari Riskesdas 2018, insiden cedera
otak traumatik karena kecelakaan lalu lintas di Indonesia mencapai 11,9%. Jawa
Timur memiliki angka kejadian cedera otak traumatik akibat kecelakaan lalu
lintas mencapai 11,12%. Secara umum, pasien yang dirawat di rumah sakit
dengan cedera otak traumatik mengalami lama rawat inap di rumah sakit yang
jauh lebih lama dibandingkan dengan pasien trauma dengan usia dan jenis
kelamin yang sama dengan diagnosis berbeda (Yue et al., 2022). Lama rawat
inap yang panjang di ICU menyebabkan biaya tinggi yang berdampak pada
kematian serta hasil akhir yang buruk (Setareh et al., 2021). Selain itu, masa
tinggal di ICU yang berkepanjangan juga dikaitkan dengan peningkatan
mortalitas dan morbiditas serta dapat meningkatkan risiko infeksi (Takekawa et
al., 2022). Tingkat keparahan penyakit merupakan indikator utama yang dapat
mempengaruhi lama rawat inap dan hasil akhir pasien. Skor Evaluasi Fisiologi
Akut dan Kesehatan Kronis (APACHE II) merupakan salah satu skor penyakit
kritis yang banyak digunakan dalam perawatan intensif dan didasarkan pada
nilai fisiologis obyektif dari variabel yang diukur selama perawatan. Skor
APACHE II memberikan gambaran kondisi pasien sebelum masuk ke unit
perawatan intensif, serta gambaran hasil akhir pasien dan lama rawat inap
(Mohebi et al., 2018). APACHE II berfungsi sebagai indikasi peringatan
kematian dini dan mendorong tenaga kesehatan untuk meningkatkan protokol
pengobatan, menjadikannya alat yang berguna untuk prediksi klinis kematian
pasien di ICU.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan tingkat keparahan
penyakit dengan lama rawat inap pasien cedera otak traumatik di ruang ICU
RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif
dengan desain penelitian cross sectional dengan metode pengambilan data
secara restospektif pada pasien dengan cedera otak traumatik. Teknik sampling
yang digunakan yaitu total sampling dan didapatkan data sebanyak 86 pasien
yang pernah dirawat di ruang ICU pada Januari 2019-Oktober 2023. Peneliti
menggunakan data rekam medis pasien yang kemudian dianalisis menggunakan
uji korelasi spearman rho.
Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas pasien memiliki skor 5-9
sebanyak 18 pasien (20.9%). Mayoritas pasien memiliki lama rawat inap ≤ 5
hari sebanyak 59 pasien (68.6%). Hasil Uji korelasi Spearman rho didapatkan
p value = 0.001 (<0.05) dengan nilai kekuatan korelasi antara kedua variabel
yaitu 0.366 yang artinya kekuatan hubungan antara dua variabel bernilai cukup
dengan arah korelasi positif yang berarti bahwa semakin tinggi nilai skor
APACHE II, maka semakin lama hari rawat inap pada pasien cedera otak
traumatik.
Description
Reupload file repositori 27 januari 2026_Kurnadi
