Analisis Konsep Aliran Fluida pada Proses Pengeringan Tembakau Gudang Atag di Kabupaten Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris memiliki subsektor perkebunan tembakau yang berkontribusi besar pada pendapatan negara. Direktorat Jenderal Perkebunan menyatakan bahwa Kabupaten Jember menjadi salah satu penghasil utama Tembakau Besuki Na-Oogst dengan area tanam yang luas. Perlakuan pengeringan Tembakau Besuki Na-Oogst (curing) dilakuakan di bangunan tradisional yaitu Gudang Atag yang melibatkan air curing (sirkulasi udara), dan fire curing (perasapan dan pengapian) untuk mengurangi kadar air pada tembakau. Perlakuan bukaan ventilasi dengan mempertimbangkan sirklasi udara dalam gudang atag dapat dikaitkan dengan konsep fisika. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetah proses pengeringan dan menganalisis konsep aliran fluida pada proses pengeringan tembakau Gudang Atag di Kabupaten Jember. Penelitian konsep aliran fluida pada proses pengeringan tembakau menggunakan jenis penelitian kualitatif etnografi. Objek penelitian ini yaitu Gudang Atag yang berlokasi di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Pengambilan data penelitian melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis konten dengan enam tahapan, yaitu unitizing, sampling, recording, reducing, inferring, dan narrating. Hasil akhir penelitian ini berupa draft penelitian yang dapat dijadikan rujukan untuk memahami konsep fisika terutama pada konsep aliran fluida. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa proses pengeringan tembakau Besuki Na-Oogst di Gudang Atag melalui dua proses, yaitu air curing dan fire curing selama kurang lebih 21 hari melalui beberapa fase, yaitu pelayuan, pemasakan daun, pengeringan daun, stabilitas viii warna, dan yang terakhir fase pengeringan gagang, kemudian tembakau dapat diturunkan. Perlakuan selama proses pengeringan tembakau Besuki Na-Oogst bertujuan untuk menjaga kestabilan suhu dan kelembapan yang dibutuhkan oleh daun tembakau yang dikeringkan. Penelitian ini menghasilkan konsep debit aliran fluida dan penyerapan panas pada proses pengeringan tembakau Besuki Na-Oogst jenis daun tengah (TNG) dengan posisi bangunan yang membujur Timur-Barat yang ditinjau berdasarkan proses air curing. Berdasarkan persamaan Kontinuitas menghasilkan konsep debit aliran udara pada proses pengeringan di gudang atag dipengaruhi oleh luas bukaan ventilasi ( ) dan nilai kecepatan udara ( ) yang terdeteksi oleh anemometer. Nilai debit aliran udara hanya diperoleh pada hari pertama hingga hari kelima proses pengeringan, yaitu sebesar ⁄, 38,817 ⁄, 18,675 ⁄, 6,499 ⁄, dan 28,602 ⁄. Nilai penyerapan panas di dalam bangunan meningkat seiring dengan debit aliran udara, dan perbedaan suhu di dalam dan diluar bangunan. Hasil penyerapan panas diperoleh nilainya pada hari pertama hingga hari kelima proses pengeringan, yaitu , , , , , yang ditandai dengan perubahan warna daun tembakau di setiap fase pengeringan. Hasil kajian tersebut dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan keseluruhan fase pengeringan tembakau, orientasi arah bangunan gudang atag, dan berbagai jenis posisi daun tembakau dengan menggunakan alat ukur penelitian yang efektif untuk menghasilkan data yang valid.

Description

Reupload file repository 18 Mei 2026_Ratna Approved by Teddy

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By