Perilaku Menstrual Hygiene Siswi Tunanetra di Kabupaten Jember (Studi Kasus di SLB Negeri Branjangan Jember)

dc.contributor.authorTalyta Syaharani
dc.date.accessioned2026-02-03T06:48:49Z
dc.date.issued2025-07-08
dc.descriptionReupload File Repositori 3 Februari 2026_Rudi H/Ardi
dc.description.abstractMenstrual hygiene sangat penting untuk diperhatikan dalam menentukan kesehatan organ reproduksi agar terhindar dari infeksi. Penerapan menstrual hygiene biasanya mudah diterapkan oleh individu, namun pada anak tunanetra terdapat tantangan dalam melaksanakannya. Hal ini karena keterbatasan anak tunanetra dalam mengenali tanda visual khususnya siswi sekolah. Permasalahan menstrual hygiene siswi tunanetra dikarenakan kurangnya kebersihan (cuci tangan) setelah mengganti pembalut. Kondisi tersebut mempunyai risiko tinggi terhadap praktik menstrual hygiene yang kurang memadai karena keterbatasan yang mendukung kebutuhan khusus mereka. Tujuan penelitian untuk mengkaji perilaku menstrual hygiene siswi tunanetra di SLB Negeri Branjangan Jember. Peneliti menggunakan teori L.Green untuk mengetahui faktor predisposisi (tingkat usia, tingkat pendidikan, pengetahuan), faktor pendukung (ketersediaan sarana dan prasarana, akses (media) informasi kesehatan), faktor pendorong (Ibu dan guru), dan tindakan pada perilaku menstrual hygiene. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan di SLB Negeri Branjangan Jember. Penentuan informan menggunakan teknik purposive, meliputi 5 siswi tunanetra sebagai informan utama serta 3 informan tambahan yang terdiri dari ibu dan guru. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif pasif, serta dianalisis dengan thematic analysis. Triangulasi dilakukan melalui triangulasi sumber dari ibu dan guru, serta triangulasi teknik melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif pasif. Uji etik No.2982/UN25.8/KEPK/DL/2025. Hasil penelitian berdasarkan faktor predisposisi, seluruh informan berada pada rentang usia 15-28 tahun, pendidikan saat ini SMPLB dan SMALB, serta seluruh informan memiliki pengetahuan tentang menstrual hygiene yang cukup baik pada aspek pengertian dan dampaknya, serta baik pada aspek manfaatnya. Berdasarkan faktor pendukung, sebagian besar ketersediaan fasilitas sarana dan prasarana informan tersedia, mulai celana dalam, sabun membersihkan celana dalam, sabun mencuci tangan, pembalut, dan air bersih. Akses (media) informasi menstrual hygiene didapatkan sebagian besar informan melalui bantuan media pendukung, yaitu Youtube diakses secara mandiri dan buku dari sekolah. Berdasarkan faktor pendorong, sebagian besar informan mendapatkan dorongan dari ibu dan guru dalam pengenalan dan pengajaran menstrual hygiene. Tindakan seluruh informan pada perilaku menstrual hygiene mandiri. Sebagian besar informan mengganti celana dalam setiap hari dan menggunakan jenis celana dalam berbahan katun. Seluruh informan berpotensi menimbulkan risiko dengan masih menggunakan deterjen saat membersihkan celana dalam sesuai dengan aspek menstrual hygiene mengenai cara membersihkan pakaian dalam. Sebagian besar informan arah membasuh daerah kewanitaan dari depan ke belakang, mencuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah membersihkan, namun penggunaan sabun oleh informan tidak dianjurkan saat membersikan daerah kewanitaan sesuai dengan aspek menstrual hygiene mengenai cara membersihkan daerah kewanitaan. Seluruh informan menggunakan jenis pembalut sekali pakai dengan tipe bersayap dan tidak mengetahui merek pembalut yang digunakan. Sebagian besar informan mengganti pembalut 2-4 kali/hari dan setiap 2 jam sekali, mencuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah mengganti pembalut, namun tidak mencuci pembalut oleh informan tidak dianjurkan saat membersihkan pembalut sesuai dengan aspek menstrual hygiene mengenai kebersihan pembalut. Seluruh informan membungkus pembalut sebelum dibuang. Saran yang diberikan dalam penelitian ini, bagi siswi tunanetra untuk membiasakan melakukan pratik menstrual hygiene secara tepat dan benar melalui pelatihan basic soft skill. Bagi SLB Negeri Branjangan untuk memanfaatkan media audio taktil sebagai salah satu media edukasi kesehatan reproduksi bagi anak tunanetra. Bagi peneliti selanjutnya untuk melanjutkan penelitian terhadap sikap, kepercayaan, pengalaman pribadi, peran teman sebaya dalam perilaku menstrual hygiene, serta kepatuhan konsumsi tablet tambah darah siswi tunanetra.
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. Dewi Rokhmah, S.KM., M.Kes DPA: Dr. Novia Luthviatin, S.KM., M.Kes.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/1280
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kesehatan Masyarakat
dc.subjectMenstrual Hygiene
dc.subjectSiswi Tunanetra
dc.titlePerilaku Menstrual Hygiene Siswi Tunanetra di Kabupaten Jember (Studi Kasus di SLB Negeri Branjangan Jember)
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Talyta Syaharani - 212110101171.pdf
Size:
719.8 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: