Perilaku Menstrual Hygiene Siswi Tunanetra di Kabupaten Jember (Studi Kasus di SLB Negeri Branjangan Jember)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Menstrual hygiene sangat penting untuk diperhatikan dalam menentukan
kesehatan organ reproduksi agar terhindar dari infeksi. Penerapan menstrual
hygiene biasanya mudah diterapkan oleh individu, namun pada anak tunanetra
terdapat tantangan dalam melaksanakannya. Hal ini karena keterbatasan anak
tunanetra dalam mengenali tanda visual khususnya siswi sekolah. Permasalahan
menstrual hygiene siswi tunanetra dikarenakan kurangnya kebersihan (cuci
tangan) setelah mengganti pembalut. Kondisi tersebut mempunyai risiko tinggi
terhadap praktik menstrual hygiene yang kurang memadai karena keterbatasan
yang mendukung kebutuhan khusus mereka. Tujuan penelitian untuk mengkaji
perilaku menstrual hygiene siswi tunanetra di SLB Negeri Branjangan Jember.
Peneliti menggunakan teori L.Green untuk mengetahui faktor predisposisi (tingkat
usia, tingkat pendidikan, pengetahuan), faktor pendukung (ketersediaan sarana
dan prasarana, akses (media) informasi kesehatan), faktor pendorong (Ibu dan
guru), dan tindakan pada perilaku menstrual hygiene.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus
yang dilakukan di SLB Negeri Branjangan Jember. Penentuan informan
menggunakan teknik purposive, meliputi 5 siswi tunanetra sebagai informan
utama serta 3 informan tambahan yang terdiri dari ibu dan guru. Data
dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif pasif, serta
dianalisis dengan thematic analysis. Triangulasi dilakukan melalui triangulasi
sumber dari ibu dan guru, serta triangulasi teknik melalui wawancara mendalam
dan observasi partisipatif pasif. Uji etik No.2982/UN25.8/KEPK/DL/2025.
Hasil penelitian berdasarkan faktor predisposisi, seluruh informan berada
pada rentang usia 15-28 tahun, pendidikan saat ini SMPLB dan SMALB, serta
seluruh informan memiliki pengetahuan tentang menstrual hygiene yang cukup
baik pada aspek pengertian dan dampaknya, serta baik pada aspek manfaatnya.
Berdasarkan faktor pendukung, sebagian besar ketersediaan fasilitas sarana dan
prasarana informan tersedia, mulai celana dalam, sabun membersihkan celana
dalam, sabun mencuci tangan, pembalut, dan air bersih. Akses (media) informasi
menstrual hygiene didapatkan sebagian besar informan melalui bantuan media
pendukung, yaitu Youtube diakses secara mandiri dan buku dari sekolah.
Berdasarkan faktor pendorong, sebagian besar informan mendapatkan dorongan
dari ibu dan guru dalam pengenalan dan pengajaran menstrual hygiene. Tindakan
seluruh informan pada perilaku menstrual hygiene mandiri. Sebagian besar
informan mengganti celana dalam setiap hari dan menggunakan jenis celana
dalam berbahan katun. Seluruh informan berpotensi menimbulkan risiko dengan
masih menggunakan deterjen saat membersihkan celana dalam sesuai dengan
aspek menstrual hygiene mengenai cara membersihkan pakaian dalam. Sebagian
besar informan arah membasuh daerah kewanitaan dari depan ke belakang,
mencuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah membersihkan, namun
penggunaan sabun oleh informan tidak dianjurkan saat membersikan daerah
kewanitaan sesuai dengan aspek menstrual hygiene mengenai cara membersihkan
daerah kewanitaan. Seluruh informan menggunakan jenis pembalut sekali pakai
dengan tipe bersayap dan tidak mengetahui merek pembalut yang digunakan.
Sebagian besar informan mengganti pembalut 2-4 kali/hari dan setiap 2 jam
sekali, mencuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah mengganti pembalut,
namun tidak mencuci pembalut oleh informan tidak dianjurkan saat
membersihkan pembalut sesuai dengan aspek menstrual hygiene mengenai
kebersihan pembalut. Seluruh informan membungkus pembalut sebelum dibuang.
Saran yang diberikan dalam penelitian ini, bagi siswi tunanetra untuk
membiasakan melakukan pratik menstrual hygiene secara tepat dan benar melalui
pelatihan basic soft skill. Bagi SLB Negeri Branjangan untuk memanfaatkan
media audio taktil sebagai salah satu media edukasi kesehatan reproduksi bagi
anak tunanetra. Bagi peneliti selanjutnya untuk melanjutkan penelitian terhadap
sikap, kepercayaan, pengalaman pribadi, peran teman sebaya dalam perilaku
menstrual hygiene, serta kepatuhan konsumsi tablet tambah darah siswi tunanetra.
Description
Reupload File Repositori 3 Februari 2026_Rudi H/Ardi
