Karakteristik Fisik, Kimia, dan Organoleptik Bihun Beras dengan Perbedaan Varietas dan Suhu Pengeringan
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Bihun merupakan diversifikasi makanan yang berbentuk mie dengan bahan
dasar beras putih yang dapat meningkatkan variasi konsumsi masyarakat di
Indonesia. Pada proses pembuatan bihun diperlukan bahan baku dengan
karakteristik pati yang memiliki ukuran granula kecil, kandungan amilosa tinggi
dan amilopektin, daya pembengkakan terbatas, serta ciri-ciri pasta tipe C (tidak
memiliki viskositas puncak, tetapi nilai viskositasnya cenderung tinggi dan tidak
menurun pada fase set-back). Varietas beras di Indonesia terdiri dari 3 yaitu beras
organik putih, merah, dan hitam. Beras tersebut memiliki karakteristik pati yang
hampir sama sehingga dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan bihun.
Pengembangan produk bihun menggunakan bahan baku beras organik merah dan
hitam menjadi bihun fungsional dapat dijadikan sebagai alternatif makanan yang
lebih sehat untuk dikonsumsi. Penggunaan suhu pengeringan yang tepat pada
pengeringan bihun dapat menghasilkan karakteristik bihun yang terbaik dan tahan
lama selama penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat
fisik, kimia, organoleptik, dan aktivitas antioksidan bihun dari perbedaan varietas
beras dan suhu pengeringan serta menentukan formula terbaik dengan
menggunakan uji efektivitas.
Rancangan percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok
(RAK) 2 faktor dengan 3 kali pengulangan. Faktor A perbedaan varietas beras yaitu
beras putih (A1); beras merah (A2); beras hitam (A3). Faktor B perbedaan suhu
pengeringan yaitu suhu 50oC (B1); 60oC (B2); 70oC (B3). Parameter yang diamati
meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar pati, aktivitas antioksidan,
elastisitas, daya rehidrasi, daya kembang, warna Lightness, dan organoleptik.
Analisa data hasil uji fisik, kimia, dan aktivitas antioksidan menggunakan metode
Two Way ANOVA, apabila ada perbedaan dilanjutkan uji DMRT pada taraf 5%.
Analisa data uji organoleptik perbandingan jamak menggunakan metode ChiSquare test dengan taraf 5%. Semua data yang diperoleh dianalisis dengan
Microsoft Excel 2016 dan SPSS 25.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan varietas beras dan suhu
pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar pati, aktivitas
antioksidan, elastisitas, daya rehidrasi, daya kembang, dan warna Lightness, namun
tidak berpengaruh nyata pada kadar protein bihun. Pada uji organoleptik, perbedaan
varietas berpengaruh nyata terhadap organoleptik warna, rasa, dan keseluruhan
bihun tetapi tidak berpengaruh nyata pada perbedaan suhu pengeringan. Perbedaan
varietas beras dan suhu pengeringan berpengaruh nyata terhadap nilai organoleptik
tekstur bihun, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap aroma bihun. Nilai uji
efektivitas produk bihun dengan perlakuan terbaik pada perlakuan A1B2 yang
memiliki nilai efektivitas tertinggi sebesar 0,76.
Description
Reuploud file repositori 6 Mei 2026_Firli
Validasi dan Finalisasi oleh Ratna 9 Juni 2026
