Kajian Pengembangan Produk, Analisis Kimia, Sensori, dan Kelayakan Usaha Sambal Kecombrang - Jamur Tiram dengan Penambahan Minyak Kedelai dan Gula Stevia
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Sambal adalah salah satu jenis makanan pendamping yang diolah dengan
melibatkan beberapa jenis rempah dan bumbu dengan bahan utama cabai. Cabai
merupakan komoditas yang sering mengalami fluktuasi harga tergantung dari
musim dan iklim sehingga banyak diolah menjadi sambal dalam kemasan. Sambal
kecombrang jamur tiram dengan penambahan gula stevia dan minyak kedelai
merupakan produk yang akan dikaji dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui formulasi perbandingan komposisi yang terbaik antara
bunga kecombrang dan jamur tiram, mengetahui nilai proksimat dan sifat kimia
dari sampel yang paling disukai, serta menganalisis kelayakan usaha sambal
kecombrang jamur tiram dari aspek finansialnya.
Tahap awal penelitian ini dilakukan penentuan formulasi perlakuan terbaik
dari bunga kecombrang jamur tiram melalui uji hedonik. Sampel yang memiliki
nilai hedonik yang terbaik akan dipilih untuk kemudian dilakukan analisis kimia
meliputi kadar air, abu, protein, lemak, dan kabohidrat, serta analisis kelayakan
usaha meliputi HPP (Harga Pokok Produksi), BEP (Break Event Point), NPV (Net
Present Value), B/C (Net Benefit Cost Ratio) dan R/C (Net Revenue Cost Ratio)
Ratio, IRR (Internal Rate of Return) dan PP (Payback Period.
Data hasil uji sensori sambal kecombrang jamur tiram dapat kita ketahui
bahwa sampel A2 yakni sampel dengan penambahan bunga kecombrang sebanyak
55 gram dan jamur tiram sebanyak 115 gram merupakan sampel yang paling
disukai oleh panelis. Berdasarkan hasil uji Kruskal-Wallis dapat diketahui bahwa
pada parameter kesukaan rasa, tekstur, dan keseluruhan menghasilkan nilai P<0,05
yang menunjukan jika parameter tersebut memiliki perbedaan nyata antar
perlakuan, sedangkan pada parameter kesukaan warna dan aroma menghasilkan nilai P>0,05 yang menunjukan bahwa parameter tersebut tidak terdapat perbedaan
yang nyata antar perlakuan. Sampel sambal kecombrang jamur tiram (A2) memiliki
rerata nilai kesukaan warna sebesar 5,54, aroma 5,60, rasa 5,62, tekstur 5,71, dan
keseluruhan sebesar 5,74. Karakteristik kimia sambal kecombrang jamur tiram (A2)
memiliki kadar air sebanyak 26,16%, kadar abu 8,75%, kadar protein 1,33%, kadar
lemak 30,68%, dan kadar karbohidrat sebanyak 33,26%. Hasil analisis kelayakan
usaha dengan menggunakan pendekatan finansial menunjukan bahwa usaha sambal
kecombrang jamur tiram layak untuk dijalankan karena jumlah produk yang
dihasilkan melebihi BEP 2842 unit dan menghasilkan pendapatan diatas angka BEP
rupiah yakni sebesar Rp 55.618.692, dengan NPV Rp 29.531.757, Net B/C Ratio
sebesar 1,21, R/C Ratio 1,29, IRR 54,82%, dan Payback Period selama 1 tahun 11
bulan 4 hari.
Description
Reupload file repository 2 Februari 2026_Ratna
