Post Traumatic Stress Disorder pada Masyarakat Petani Penyintas Erupsi Gunung Semeru di Desa Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang

dc.contributor.authorBella Aprilia Latif Putri
dc.date.accessioned2026-07-31T02:54:08Z
dc.date.issued2026-07-24
dc.descriptionFinalisasi Juli 2026 hasyim
dc.description.abstractKondisi geografis Indonesia yang berada pada jalur lempeng tektonik dunia menjadikannya sangat rentan terhadap bencana letusan gunung berapi, yang kerap menimbulkan kerugian material hingga dampak psikologis bagi penyintas. Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang memiliki rekam jejak erupsi panjang, kembali meletus pada 19 November 2025. Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan masif pada infrastruktur publik, permukiman, dan ratusan hektare lahan pertanian, khususnya di wilayah Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro. Selain memicu pengungsian massal dan kerugian fisik, besarnya skala ancaman bencana tersebut berisiko tinggi memunculkan gangguan kesehatan serta tekanan psikologis pascatrauma bagi masyarakat terdampak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis post traumatic stress disorder pada masyarakat petani penyintas erupsi Gunung Semeru di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain exploratory study bersifat deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang melibatkan 172 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner post traumatic stress disorder Checklist for DSM-V PCL5. Selanjutnya, analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat untuk menghasilkan distribusi frekuensi, ukuran penyebaran, dan nilai rata-rata dari variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani penyintas erupsi Gunung Semeru di Desa Penanggal berada pada kategori usia paruh baya (rata-rata 48,65 tahun), berjenis kelamin laki-laki (64,0%), berstatus menikah (87,2%), bekerja sebagai buruh tani (56,4%), serta berpendidikan terakhir Sekolah Dasar DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER DIGITAL REPOSITORY UNIVERSITAS JEMBER ix (51,2%). Berdasarkan pengukuran Post traumatic stress disorder (PTSD), sebagian besar responden mengalami gejala pada kategori sedang (59,3%), dengan total angka keterpaparan gejala mencapai 88,4%. Analisis per indikator menunjukkan bahwa negative alterations (perubahan negatif pada kognisi dan suasana hati) merupakan indikator yang paling dominan dialami oleh responden (58,1%), diikuti oleh hyperarousal (peningkatan keterjagaan), re-experiencing (pengalaman kembali trauma), dan avoidance (penghindaran). Temuan ini mengindikasikan bahwa para petani penyintas masih mengalami dampak psikologis yang signifikan pasca-bencana, yang menuntut adanya intervensi kesehatan mental berkelanjutan di wilayah terdampak.
dc.description.sponsorshipNs. Nurfika Asmaningrum, S.Kep., M.Kep., Ph.D.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/12658
dc.language.isoother
dc.publisherFAKULTAS KEPERAWATAN
dc.subjectGangguan Stres Pasca Trauma
dc.subjectPetani
dc.subjectPenyintas
dc.subjectLetusan Gunung Berapi
dc.titlePost Traumatic Stress Disorder pada Masyarakat Petani Penyintas Erupsi Gunung Semeru di Desa Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
BELLA APRILIA LATIF PUTRI_232310101199_.pdf
Size:
2.85 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: