Hubungan Quick of Blood dengan Kadar Leukosit, Limfosit, dan Neutrofil Pasien Gagal Ginjal Kronik Stadium V yang Menjalani Hemodialisis di RSD dr. Soebandi Jember
| dc.contributor.author | Afna Amalia Ihsan | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-20T03:42:05Z | |
| dc.date.issued | 2024-04-17 | |
| dc.description | Reaploud Repository February_agus | |
| dc.description.abstract | Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan masalah kesehatan global yang serius dengan prevalensi yang tinggi. Hemodialisis (HD) sebagai terapi utama untuk GGK stadium V, memerlukan biaya yang besar, sehingga perlu dipastikan bahwa terapi tersebut adekuat. Namun, terapi HD yang tidak adekuat seringkali memicu inflamasi kronis akibat akumulasi toksin uremik, terutama pada pasien dengan nilai Quick of Blood (Qb) yang rendah. Inflamasi kronis juga dapat dipicu oleh membran dialisis yang kurang biokompatibel. Inflamasi ini dapat dinilai melalui kadar leukosit, limfosit, dan neutrofil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Qb dengan kadar leukosit, limfosit, dan neutrofil pada pasien GGK stadium V yang menjalani HD di RSD dr. Soebandi Jember. Desain penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Pendekatan penelitian dilakukan pada bulan September November 2024 di RSD dr Soebandi Jember. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling dan didapatkan 57 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh melalui observasi delapan sesi HD untuk mengetahui nilai Qb, sedangkan kadar leukosit, limfosit, dan neutrofil diperoleh dari pemeriksaan darah lengkap setelah dilakukan observasi Qb. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan korelasi Pearson dan Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sampel didominasi oleh usia 50-59 tahun (31,6%), jenis kelamin perempuan (64,9%), lama menjalani hemodialisis selama 13-24 bulan (26,3%), dan akses vaskuler berupa AV Shunt (86%). Uji Korelasi Pearson menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara Qb dengan kadar leukosit (p = 0,015, r = -0,321), sedangkan korelasi antara Qb dengan kadar limfosit (p = 0,556, r = -0,080) tidak signifikan, dan uji Korelasi Spearman menunjukkan adanya korelasi negatif yang tidak signifikan antara Qb dengan kadar neutrofil (p = 0,137, r = -0,199). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaturan Qb yang optimal penting untuk mencegah inflamasi dan memastikan keberhasilan terapi HD. Penelitian ini juga merekomendasikan pengaturan nilai Qb >200 ml/menit sebagai standar dalam manajemen HD untuk mengurangi risiko inflamasi. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : dr. Yuli Hermansyah, Sp.PD., FINASIM Dosen Pembimbing Anggota : dr. Ayu Munawaroh Aziz, M.Biomed. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3899 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kedokteran | |
| dc.subject | Quick of Blood | |
| dc.subject | Limfosit | |
| dc.subject | Leukosit | |
| dc.subject | Neutrofil | |
| dc.subject | Gagal Ginjal Kronik | |
| dc.title | Hubungan Quick of Blood dengan Kadar Leukosit, Limfosit, dan Neutrofil Pasien Gagal Ginjal Kronik Stadium V yang Menjalani Hemodialisis di RSD dr. Soebandi Jember | |
| dc.type | Other |
