Hubungan Quick of Blood dengan Kadar Leukosit, Limfosit, dan Neutrofil Pasien Gagal Ginjal Kronik Stadium V yang Menjalani Hemodialisis di RSD dr. Soebandi Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kedokteran
Abstract
Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan masalah kesehatan global yang
serius dengan prevalensi yang tinggi. Hemodialisis (HD) sebagai terapi utama
untuk GGK stadium V, memerlukan biaya yang besar, sehingga perlu dipastikan
bahwa terapi tersebut adekuat. Namun, terapi HD yang tidak adekuat seringkali
memicu inflamasi kronis akibat akumulasi toksin uremik, terutama pada pasien
dengan nilai Quick of Blood (Qb) yang rendah. Inflamasi kronis juga dapat dipicu
oleh membran dialisis yang kurang biokompatibel. Inflamasi ini dapat dinilai
melalui kadar leukosit, limfosit, dan neutrofil. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis hubungan antara Qb dengan kadar leukosit, limfosit, dan neutrofil
pada pasien GGK stadium V yang menjalani HD di RSD dr. Soebandi Jember.
Desain penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan
rancangan cross sectional. Pendekatan penelitian dilakukan pada bulan September
November 2024 di RSD dr Soebandi Jember. Metode pengambilan sampel
menggunakan total sampling dan didapatkan 57 sampel yang memenuhi kriteria
inklusi dan eksklusi. Data diperoleh melalui observasi delapan sesi HD untuk
mengetahui nilai Qb, sedangkan kadar leukosit, limfosit, dan neutrofil diperoleh
dari pemeriksaan darah lengkap setelah dilakukan observasi Qb. Analisis statistik
dilakukan dengan menggunakan korelasi Pearson dan Spearman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sampel didominasi oleh
usia 50-59 tahun (31,6%), jenis kelamin perempuan (64,9%), lama menjalani
hemodialisis selama 13-24 bulan (26,3%), dan akses vaskuler berupa AV Shunt
(86%). Uji Korelasi Pearson menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan
antara Qb dengan kadar leukosit (p = 0,015, r = -0,321), sedangkan korelasi antara
Qb dengan kadar limfosit (p = 0,556, r = -0,080) tidak signifikan, dan uji Korelasi
Spearman menunjukkan adanya korelasi negatif yang tidak signifikan antara Qb
dengan kadar neutrofil (p = 0,137, r = -0,199). Penelitian ini menyimpulkan bahwa
pengaturan Qb yang optimal penting untuk mencegah inflamasi dan memastikan
keberhasilan terapi HD. Penelitian ini juga merekomendasikan pengaturan nilai Qb
>200 ml/menit sebagai standar dalam manajemen HD untuk mengurangi risiko
inflamasi.
Description
Reaploud Repository February_agus
