Analisis Standar Teknis terhadap Capaian SPM Kesehatan pada Pelayanan Kesehatan Usia Produktif di Puskesmas Kabupaten Bondowoso Berdasarkan Model Donabedian

dc.contributor.authorLia Dewiyanti
dc.date.accessioned2026-02-12T00:35:57Z
dc.date.issued2025-07-21
dc.descriptionReupload file repository 12 februari 2026 maya/mita
dc.description.abstractStandar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan adalah salah satu indikator kinerja pemerintah daerah dimana pemerintah wajib memenuhi capaian 12 indikator layanan kesehatan dasar sebesar 100%. Salah satu indikator yang belum mencapai 100% capaiannya di Kabupaten Bondowoso adalah SPM Kesehatan pada pelayanan kesehatan usia produktif. Rendahnya capaian SPM pelayanan kesehatan usia produktif ditunjukkan dengan capaian selama lima tahun terakhir yaitu rata rata sebesar 32,08% sejak tahun 2019-2023. Pelayanan kesehatan usia produktif dipandang penting untuk ditingkatkan mengingat tren jumlah kematian akibat penyakit tidak menular di Indonesia berada pada usia produktif. Berbagai kendala yang dihadapi dalam pelayanan kesehatan harus dapat segera dideteksi. Salah satu cara menanganinya yaitu dengan melakukan analisa secara menyeluruh terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi capaian pelayanan. Penggunaan model Donabedian dipandang cukup efektif dalam mengukur kinerja sekaligus kualitas layanan kesehatan dikarenakan dalam model ini mengukur semua indikator dalam organisasi dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan pendekatan cross sectional. Unit analisis penelitian adalah 25 tim kerja pelayanan kesehatan usia produktif puskesmas di Kabupaten Bondowoso. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan checklist dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier. Focus group discussion (FGD) digunakan dalam penelitian setelah diperoleh hasil analisis data penelitian dengan tujuan untuk mendapatkan informasi lebih dalam dari tim kerja kabupaten terkait permasalahan capaian SPM pelayanan kesehatan usia produktif sekaligus untuk menyusun modifikasi petunjuk teknis pelayanan kesehatan usia produktif untuk puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar SDMK memiliki pengaruh bermakna dengan penggerakan pelaksanaan (P2) dan pengendalian pengawasan, penilaian (P3). P2 dan P3 juga memiliki pengaruh yang signifikan dengan capaian pelayanan kesehatan. Sedangkan standar SDMK dengan perencanaan (P1) tidak memiliki pengaruh yang signifikan, standar jumlah dan kualitas barang tidak memiliki pengaruh dengan P1, P2, dan P3. P1 juga tidak berpengaruh dengan hasil capaian pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian maka diperlukan penguatan pada faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan capaian pelayanan kesehatan usia produktif. Hal tersebut dapat dituangkan dalam modifikasi petunjuk teknis pelayanan kesehatan usia produktif yang ditujukan untuk tim kerja pelayanan kesehatan puskesmas.
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. Nuryadi, S.KM.,M.Kes DPA: Dr.dr.Hairrudin, M.Kes.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3010
dc.language.isoother
dc.publisherPascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat
dc.subjectlayanan Kesehatan
dc.subjectModel Donabedian
dc.titleAnalisis Standar Teknis terhadap Capaian SPM Kesehatan pada Pelayanan Kesehatan Usia Produktif di Puskesmas Kabupaten Bondowoso Berdasarkan Model Donabedian
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Lia Dewiyanti, S.KM blm. - 232520102008.pdf
Size:
5.43 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: