Analisis Standar Teknis terhadap Capaian SPM Kesehatan pada Pelayanan Kesehatan Usia Produktif di Puskesmas Kabupaten Bondowoso Berdasarkan Model Donabedian
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat
Abstract
Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan adalah salah satu indikator kinerja
pemerintah daerah dimana pemerintah wajib memenuhi capaian 12 indikator
layanan kesehatan dasar sebesar 100%. Salah satu indikator yang belum mencapai
100% capaiannya di Kabupaten Bondowoso adalah SPM Kesehatan pada
pelayanan kesehatan usia produktif. Rendahnya capaian SPM pelayanan kesehatan
usia produktif ditunjukkan dengan capaian selama lima tahun terakhir yaitu rata
rata sebesar 32,08% sejak tahun 2019-2023. Pelayanan kesehatan usia produktif
dipandang penting untuk ditingkatkan mengingat tren jumlah kematian akibat
penyakit tidak menular di Indonesia berada pada usia produktif. Berbagai kendala
yang dihadapi dalam pelayanan kesehatan harus dapat segera dideteksi. Salah satu
cara menanganinya yaitu dengan melakukan analisa secara menyeluruh terhadap
faktor-faktor yang mempengaruhi capaian pelayanan. Penggunaan model
Donabedian dipandang cukup efektif dalam mengukur kinerja sekaligus kualitas
layanan kesehatan dikarenakan dalam model ini mengukur semua indikator dalam
organisasi dalam mencapai tujuan yang diharapkan.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan pendekatan cross
sectional. Unit analisis penelitian adalah 25 tim kerja pelayanan kesehatan usia
produktif puskesmas di Kabupaten Bondowoso. Pengumpulan data dengan
wawancara menggunakan checklist dan studi dokumentasi. Analisis data yang
digunakan adalah analisis regresi linier. Focus group discussion (FGD) digunakan
dalam penelitian setelah diperoleh hasil analisis data penelitian dengan tujuan untuk
mendapatkan informasi lebih dalam dari tim kerja kabupaten terkait permasalahan
capaian SPM pelayanan kesehatan usia produktif sekaligus untuk menyusun
modifikasi petunjuk teknis pelayanan kesehatan usia produktif untuk puskesmas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar SDMK memiliki pengaruh bermakna
dengan penggerakan pelaksanaan (P2) dan pengendalian pengawasan, penilaian
(P3). P2 dan P3 juga memiliki pengaruh yang signifikan dengan capaian pelayanan
kesehatan. Sedangkan standar SDMK dengan perencanaan (P1) tidak memiliki
pengaruh yang signifikan, standar jumlah dan kualitas barang tidak memiliki
pengaruh dengan P1, P2, dan P3. P1 juga tidak berpengaruh dengan hasil capaian
pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian maka diperlukan penguatan pada
faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan capaian pelayanan kesehatan
usia produktif. Hal tersebut dapat dituangkan dalam modifikasi petunjuk teknis
pelayanan kesehatan usia produktif yang ditujukan untuk tim kerja pelayanan
kesehatan puskesmas.
Description
Reupload file repository 12 februari 2026 maya/mita
