Peran Perempuan Pribumi Dalam Perfilman di Hindia-Belanda Tahun 1926-1942
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Penelitian ini membahas peran perempuan pribumi dalam perfilman Hindia
Belanda 1926–1942. Kajian ini bertujuan menjelaskan latar belakang keterlibatan
perempuan pribumi dalam industri film serta dampak sosial dan budayanya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan poskolonial dan teori subaltern. Metode
yang digunakan metode sejarah melalui heuristik, kritik sumber, interpretasi, serta
historiografi berbasis arsip dan literatur. Hasil penelitian menunjukkan peran
perempuan pribumi dalam perfilman di latarbelakangi oleh dominasi budaya
patriarki, masuknya pendidikan Barat melalui pelaksanaan politik etis, serta
pengaruh seni pertunjukan, seperti komedi stamboel dan pertunjukan tradisional,
yang menjadi ruang awal partisipasi perempuan di ranah publik sebelum
memasuki dunia film. Peran perempuan pribumi dalam perfilman di Hindia
Belanda berkembang melalui tiga periode. Pada tahun 1926–1930, peran
perempuan pribumi masih terbatas karena industri perfilman berada pada tahap
awal sehingga kesempatan menjadi aktris belum terbuka luas. Pada tahun 1931
1936, keterlibatan perempuan pribumi menurun akibat krisis ekonomi yang
melemahkan industri perfilman di Hindia-Belanda serta dominasi perusahaan film
milik etnis Tionghoa. Memasuki tahun 1937–1942, industri perfilman mulai pulih
sehingga membuka kesempatan yang lebih besar bagi perempuan pribumi untuk
berkarier sebagai aktris. Perkembangan tersebut tercermin dari hadirnya Roekiah
sebagai pemeran utama film Terang Boelan. Sebelum terjun ke dunia perfilman,
Roekiah telah berpengalaman sebagai pemain sandiwara dalam kelompok Komedi
Stamboel. Pengaruh keterlibatan perempuan pribumi dalam industri perfilman
tampak pada kehidupan sosial dan budaya masyarakat Hindia-Belanda, terutama
melalui perubahan representasi perempuan di layar lebar serta pandangan
masyarakat terhadap kedudukan perempuan. Perempuan pribumi tidak lagi hanya
tampil sebagai pemeran figuran, tetapi juga sebagai tokoh utama yang berperan
penting dalam narasi film.
Kata Kunci : Indische actrice, peran perempuan, terang boelan, Roekiah, koloniale
film.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 16 September 2026_Kholif Basri
