Aktivitas Antimikroba dan Karakteristik Sensori Hard Candy dengan Penambahan Minyak Atsiri Pala (Myristica Fragrans) terhadap Steptococcus Mutans dan Entercoccus Faecalis
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
Abstract
Buah pala (Myristica fragrans) memiliki kandungan senyawa bioaktif
seperti alkaloid, terpenoid, fenol, flavonoid, dan saponin. Kandungan senyawa
yang terdapat pada pala adalah senyawa terpenoid seperti α-pinena, miristisin, dan
eugenol yang diketahui memiliki sifat antibakteri. Senyawa – senyawa bioaktif
tersebut berpotensi untuk digunakan sebagai bahan tambahan pangan pada produk
hard candy. Penelitian ini menggunakan minyak atsiri pala sebagai bahan tambahan
pada pembuatan hard candy. Hard candy yang mengandung senyawa minyak atsiri
pala dapat menjadi produk makanan yang memiliki aktivitas antibakteri penyebab
karies gigi yang efisien untuk dikonsumsi. Bakteri penyebab karies gigi antara lain
adalah Streptococcus mutans dan Enterocoocus faecalis. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak atsiri pala terhadap
aktivitas antibakteri, karakteristik sensori, serta menentukan formulasi terbaik hard
candy sebagai produk pangan fungsional.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam
konsentrasi minyak atsiri pala (A), yaitu: : 0% (A1), 0,5% (A2), 1% (A3), 1,5%
(A4), 2% (A5) dan 2,5% (A6). Aktivitas antibakteri dianalisis menggunakan
metode difusi cakram dan Minimum Inhibitory Concentration (MIC), sedangkan
evaluasi sensori dilakukan menggunakan metode RATA (Rate-All-That-Apply) dan
uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak atsiri pala
memberikan pengaruh nyata terhadap aktivitas penghambatan bakteri. Semakin
tinggi konsentrasi minyak atsiri yang ditambahkan, semakin besar diameter zona
hambat yang dihasilkan, dengan nilai tertinggi pada konsentrasi 2,5% yaitu 6,53
mm terhadap Streptococcus mutans dan 7,12 mm terhadap Enterococcus faecalis.
Uji sensori menunjukkan bahwa konsentrasi 1,5% memiliki tingkat penerimaan aroma
tertinggi (53,8%), sedangkan konsentrasi 0,5% memiliki penerimaan rasa
terbaik (57,5%). Berdasarkan uji efektivitas, formulasi terbaik diperoleh pada
penambahan minyak atsiri pala 1,5% dengan nilai efektivitas 0,66. Profil senyawa
volatil menunjukkan peningkatan kandungan monoterpena hidrokarbon,
monoterpena teroksigenasi, dan fenilpropanoid seiring bertambahnya konsentrasi
minyak atsiri.
Description
Finalisasi Repository Hasyim September 2026
