Analisis Ketahanan Hidup Pasien Kanker Paru Menggunakan Cox Proportional Hazard dan Random Survival Forest
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Kanker paru merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang
tidak terkontrol dalam jaringan paru. Pasien penderita kanker paru membutuhkan
penanganan yang tepat dengan cara menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
ketahanan hidup pasien penderita kanker paru. Dalam ilmu statistika dapat di
analisis menggunakan analisis survival. Analisis survival bertujuan menaksir
probabilitas bertahan hidup, kekambuhan, kematian, atau peristiwa-peristiwa lain
dalam rentang waktu tertentu. Metode CPH adalah salah satu metode statistika yang
sering digunakan untuk menganalisis hubungan antara waktu survival dan kovariat.
Metode alternatif lain dalam analisis survival yaitu Random Survival Forest (RSF).
RSF adalah gabungan dari Random Forest dan analisis survival, RSF berupa
metode pohon ensemble untuk menangani data survival.
Penelitian bertujuan menganalisis dan membandingkan hasil antara metode
CPH dan RSF pada ketahanan hidup pasien penderita kanker paru. Data penelitian
diperoleh dari RSD dr. Soebandi Jember sebanyak 131 pasien yang rawat inap pada
periode tahun 2020-2023. Penelitian dilakukan melalui tahap analisis deskriptif dan
analisis plot fungsi survival dan fungsi hazard, perbedaan kurva survival diuji
menggunakan uji log-rank. Langkah selanjutnya pada metode CPH melalui uji
asumsi proportional hazard, jika memenuhi asumsi maka dapat dilanjut pada model
CPH. Metode CPH melalui uji signifikansi parameter untuk memperoleh variabel
yang berpengaruh signifikan. Langkah penelitian pada metode RSF dengan cara
membuat model RSF lalu mencari variabel yang berpengaruh penting terhadap
model menggunakan variable importance. Variabel yang diperoleh pada metode
CPH dan RSF selanjutnya dibandingkan. Evaluasi kinerja model diukur
menggunakan pendekatan C-index untuk memperoleh metode terbaik.
Hasil perbandingan metode CPH dan RSF menunjukkan bahwa variabel yang
berpengaruh signifikan pada metode CPH adalah sesak napas dan status terapi,
sedangkan variabel yang berpengaruh penting pada metode RSF adalah denyut
nadi, usia, sesak napas, respiration rate, status terapi, dan trombosit. Metode CPH
dan RSF memiliki dua variabel signifikan yang sama yaitu sesak napas dan status
terapi. Metode CPH menghasilkan C-index 0,835 sedangkan metode RSF
menghasilkan C-index 0,908. Artinya, metode CPH memiliki kemampuan
memprediksi dengan benar sebesar 83,5% dan metode RSF dengan kemampuan
memprediksi 90.8%.
Description
Reupload file repository 11 Mei 2026_Ratna
:: Finalisasi Repositori File 12 Mei 2026_Kurnadi
