Faktor Kesiapan Fisik dan Mental Ibu Hamil Trimester III Untuk Menyusui Untuk Mendukung Pemberian ASI Eksklusif
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama merupakan salah satu
intervensi gizi paling efektif untuk menurunkan angka kematian bayi. Fokus
penelitian pada kesiapan fisik dan mental didasarkan pada hasil studi pendahuluan
di wilayah kerja Puskesmas Sumberbaru. Pada aspek fisik, banyak ibu hamil
trimester III belum mempersiapkan payudara sejak kehamilan sehingga masalah
seperti puting tenggelam baru diketahui setelah persalinan. Meskipun tenaga
kesehatan telah memberikan edukasi perawatan payudara, praktiknya di rumah
belum rutin karena kurangnya pengetahuan dan motivasi. Pada aspek mental,
keberhasilan ASI eksklusif juga dipengaruhi kondisi psikologis, motivasi, serta
dukungan keluarga. Sebagian ibu, terutama primigravida, masih cemas ASI tidak
keluar atau produksinya kurang meskipun telah mencari informasi melalui media
sosial. Fenomena tersebut melatarbelakangi penelitian ini, yang bertujuan mengkaji
secara mendalam kesiapan fisik dan mental ibu hamil trimester III dalam
mendukung ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Sumberbaru, Kabupaten
Jember, meliputi karakteristik informan, kesiapan fisik (kondisi payudara dan status
gizi), serta kesiapan mental (kepercayaan diri, motivasi, kesiapan emosional, dan
kemampuan mengelola kecemasan).
Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi untuk menggali pengalaman hidup (lived experience) ibu hamil
trimester akhir dalam mempersiapkan diri menyusui. Penelitian dilaksanakan di Desa Yosorati, Jamintoro, dan Jatiroto, wilayah kerja Puskesmas Sumberbaru,
Kabupaten Jember, sejak April hingga Mei 2026. Informan dipilih melalui
purposive sampling, terdiri atas informan kunci (4 bidan desa), informan utama (10
ibu hamil trimester III usia kehamilan 33–40 minggu), dan informan tambahan (8
anggota keluarga terdekat). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam di posyandu dan kediaman informan, kemudian dianalisis melalui reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Terkait kesiapan fisik, seluruh informan utama mengalami perubahan
payudara pada trimester III berupa pembesaran ukuran, penggelapan areola, dan 2
ibu mulai keluarnya kolostrum . Namun, masih terdapat ibu dengan puting kurang
menonjol atau tenggelam yang baru ditangani setelah persalinan. Edukasi
perawatan payudara telah diberikan oleh bidan desa melalui kelas ibu hamil,
antenatal care, dan grup WhatsApp, tetapi praktiknya di rumah belum dilakukan
secara rutin karena kurangnya motivasi dan pemahaman. Selain itu, pengetahuan
mengenai makanan pendukung produksi ASI, terutama sumber protein hewani dan
sayuran, masih kurang sehingga pola konsumsi selama kehamilan belum optimal.
Terkait kesiapan mental, kepercayaan diri ibu dalam menyusui lebih tinggi
pada ibu multigravida dibandingkan primigravida. Sebagian besar ibu memiliki
motivasi kuat untuk memberikan ASI eksklusif karena manfaat bagi bayi, dukungan
keluarga, dan pertimbangan ekonomi. Namun, ibu primigravida masih sering
merasa cemas terhadap produksi ASI dan kecukupan ASI bagi bayi. Kecemasan
tersebut juga dipengaruhi oleh mitos tentang kolostrum merupakan ASI basi serta
anjuran pemberian MPASI atau susu formula lebih dini. Menurut bidan desa,
kondisi ini dapat dikurangi melalui edukasi laktasi, pendampingan, dan dukungan
keluarga.
Ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Sumberbaru telah
memiliki kesiapan fisik dan mental yang cukup baik untuk menyusui. Meski
demikian, masih ditemukan kendala berupa puting tenggelam, perawatan payudara
yang belum rutin, pola makan yang belum optimal, rendahnya kepercayaan diri
pada ibu primigravida, serta pengaruh mitos dan budaya. Oleh karena itu, edukasi
dan pendampingan yang berkelanjutan dengan melibatkan keluarga tetap
diperlukan untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif.
Description
Validasi file repositori 25 Oktober 2026_Firli
