Analisis Manajemen Risiko Teknologi Informasi Menggunakan ISO 31000:2018 dan Fault Tree Analysis (FTA) Pada Divisi IT Perpenas Banyuwangi
| dc.contributor.author | Achmad Giffary Fathdamarel | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-09T01:49:31Z | |
| dc.date.issued | 2024-01-23 | |
| dc.description | Dosen Pembimbing Utama : Beny Prasetyo, S.Kom., M.Kom. Dosen Pembimbing Anggota : Windi Eka Yulia Retnani, S.Kom.,MT. | |
| dc.description.abstract | Risiko merupakan sesuatu yang tidak dapat diprediksi dan mempunyai dampak negatif pada pencapaian suatu tujuan atau sasaran. Risiko secara umum diartikan sebagai kemungkinan terjadinya suatu peristiwa dan dampak negatifnya, yang bisa menimbulkan ketidakpastian dalam upaya mencapai tujuan (Parviainen, 2021). Manajemen risiko merupakan proses mengawasi, mengelola, dan membuat pilihan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya risiko (Niemiec, 2019). Risiko dapat menjadi tantangan yang signifikan bagi setiap perusahaan, dan suatu perusahaan diharapkan dapat melakukan manajemen risiko dengan baik (Cruz & Rodovalho, 2019). Perkumpulan Gema Pendidikan Nasional 17 Agustus 1945 Banyuwangi (Perpenas) adalah penyelenggara pendidikan di Banyuwangi yang membawahi 12 (dua belas) lembaga pendidikan resmi. Perpenas yang bergerak dibidang pendidikan senantiasa berusaha untuk memanfaatkan penggunakan teknologi dalam pengelolaan organisasi. Divisi IT Perpenas dibentuk pada tahun 2021 untuk memenuhi kebutuhan akan teknologi informasi dalam mendukung kegiatan operasional dan pengembangan organisasi. Perpenas Banyuwangi memiliki Divisi IT yang bertanggung jawab sebagai penyelenggaraan, pengelolaan, pengembangan dan penyedia layanan teknologi informasi dan komunikasi serta pengelolaan sistem informasi dan jaringan informasi terhadap Perpenas Banyuwangi (Perpenas, 2021). Berdasarkan hasil wawancara dengan Nuris Iswahyudi selaku ketua Divisi IT Perpenas, kegiatan pengelolaan teknologi informasi pada Divisi IT Perpenas Banyuwangi disadari belum maksimal karena keterbatasan SDM (Sumber Daya Manusia) yang sedikit dan pengalaman yang kurang sehingga belum bisa sepenuhnya menghadapi risiko yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Terlihat dari penanganan risiko dilakukan secara spontan dan hanya dilakukan oleh pegawai yang dianggap bisa menangani risiko tersebut dikarenakan SDM terbatas. Divisi IT Perpenas belum mempunya dokumen standar prosedur untuk menangani risiko, sehingga pengendalian risiko belum dikelola dengan baik. Oleh karena itu perlu adanya analisis manajemen risiko agar dapat membantu Divisi IT Perpenas mengendalikan dan mengurangi risiko sesuai dengan prioritasnya sebelum risiko tersebut menghambat kinerja lembaga. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2170 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Komputer | |
| dc.subject | Manajemen Risiko | |
| dc.subject | Teknologi Informasi | |
| dc.subject | ISO 31000:2018 | |
| dc.subject | Fault Tree Analysis | |
| dc.title | Analisis Manajemen Risiko Teknologi Informasi Menggunakan ISO 31000:2018 dan Fault Tree Analysis (FTA) Pada Divisi IT Perpenas Banyuwangi | |
| dc.type | Other |
