Analisis Manajemen Risiko Teknologi Informasi Menggunakan ISO 31000:2018 dan Fault Tree Analysis (FTA) Pada Divisi IT Perpenas Banyuwangi
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Komputer
Abstract
Risiko merupakan sesuatu yang tidak dapat diprediksi dan mempunyai dampak
negatif pada pencapaian suatu tujuan atau sasaran. Risiko secara umum diartikan
sebagai kemungkinan terjadinya suatu peristiwa dan dampak negatifnya, yang bisa
menimbulkan ketidakpastian dalam upaya mencapai tujuan (Parviainen, 2021).
Manajemen risiko merupakan proses mengawasi, mengelola, dan membuat pilihan
untuk mengurangi kemungkinan terjadinya risiko (Niemiec, 2019). Risiko dapat
menjadi tantangan yang signifikan bagi setiap perusahaan, dan suatu perusahaan
diharapkan dapat melakukan manajemen risiko dengan baik (Cruz & Rodovalho,
2019).
Perkumpulan Gema Pendidikan Nasional 17 Agustus 1945 Banyuwangi
(Perpenas) adalah penyelenggara pendidikan di Banyuwangi yang membawahi 12
(dua belas) lembaga pendidikan resmi. Perpenas yang bergerak dibidang
pendidikan senantiasa berusaha untuk memanfaatkan penggunakan teknologi
dalam pengelolaan organisasi. Divisi IT Perpenas dibentuk pada tahun 2021 untuk
memenuhi kebutuhan akan teknologi informasi dalam mendukung kegiatan
operasional dan pengembangan organisasi. Perpenas Banyuwangi memiliki Divisi
IT yang bertanggung jawab sebagai penyelenggaraan, pengelolaan, pengembangan
dan penyedia layanan teknologi informasi dan komunikasi serta pengelolaan sistem
informasi dan jaringan informasi terhadap Perpenas Banyuwangi (Perpenas, 2021).
Berdasarkan hasil wawancara dengan Nuris Iswahyudi selaku ketua Divisi IT
Perpenas, kegiatan pengelolaan teknologi informasi pada Divisi IT Perpenas
Banyuwangi disadari belum maksimal karena keterbatasan SDM (Sumber Daya
Manusia) yang sedikit dan pengalaman yang kurang sehingga belum bisa
sepenuhnya menghadapi risiko yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Terlihat dari
penanganan risiko dilakukan secara spontan dan hanya dilakukan oleh pegawai
yang dianggap bisa menangani risiko tersebut dikarenakan SDM terbatas. Divisi IT
Perpenas belum mempunya dokumen standar prosedur untuk menangani risiko,
sehingga pengendalian risiko belum dikelola dengan baik. Oleh karena itu perlu
adanya analisis manajemen risiko agar dapat membantu Divisi IT Perpenas mengendalikan dan mengurangi risiko sesuai dengan prioritasnya sebelum risiko
tersebut menghambat kinerja lembaga.
Description
Dosen Pembimbing Utama : Beny Prasetyo, S.Kom., M.Kom.
Dosen Pembimbing Anggota : Windi Eka Yulia Retnani, S.Kom.,MT.
