Sifat Larut, Higroskopisitas, dan Organoleptik Santan Bubuk Hasil Foam Mat Drying (FMD) dengan Variasi Jenis Foaming Agent dan Penambahan Cake Emulsifier
Loading...
Files
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Santan merupakan produk hasil ekstraksi daging kelapa yang banyak
dimanfaatkan sebagai bahan pangan karena memberikan cita rasa gurih dan aroma
khas. Namun, kadar air dan lemak yang tinggi menyebabkan santan mudah
mengalami kerusakan sehingga memiliki umur simpan yang relatif singkat. Salah
satu upaya untuk meningkatkan stabilitas dan memperpanjang umur simpan santan
adalah mengolahnya menjadi santan bubuk menggunakan metode foam mat drying.
Keberhasilan proses tersebut dipengaruhi oleh formulasi yang digunakan,
khususnya jenis foaming agent dan penambahan pengemulsi. Oleh karena itu,
karakteristik santan bubuk perlu dievaluasi melalui sifat larut sebagai indikator
kemampuan rehidrasi, higroskopisitas sebagai indikator kestabilan selama
penyimpanan, serta sifat organoleptik untuk mengetahui tingkat penerimaan
panelis.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi jenis foaming agent
dan penambahan cake emulsifier terhadap sifat larut, higroskopisitas, dan tingkat
kesukaan panelis pada santan bubuk yang dihasilkan menggunakan metode foam
mat drying. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial
dengan dua faktor, yaitu jenis foaming agent yang terdiri atas Soy Protein Isolate
(SPI), natrium kaseinat, dan albumin, serta penambahan cake emulsifier yang terdiri
atas dua taraf, yaitu dengan cake emulsifier (0,2%) dan tanpa cake emulsifier (0%).
Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 18
satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi waktu larut, kelarutan,
higroskopisitas, serta sifat organoleptik yang meliputi warna, aroma, rasa, dan
tekstur. Data sifat fisik dianalisis menggunakan ANOVA dua arah yang dilanjutkan
dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%, sedangkan data
organoleptik dianalisis menggunakan uji Friedman yang dilanjutkan dengan uji
Wilcoxon menggunakan koreksi Bonferroni.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi jenis foaming agent dan
penambahan cake emulsifier berpengaruh nyata terhadap waktu larut, kelarutan,
dan higroskopisitas. Secara umum, natrium kaseinat menghasilkan karakteristik
rehidrasi yang lebih baik dibandingkan SPI dan albumin, ditunjukkan oleh waktu
larut tercepat sebesar 410 detik dan kelarutan tertinggi sebesar 90,46% pada
perlakuan A2B1, sedangkan higroskopisitas terendah diperoleh pada perlakuan
A2B2 sebesar 3,62%. Pengujian organoleptik menunjukkan bahwa jenis foaming
agent dan penambahan cake emulsifier berpengaruh nyata terhadap seluruh atribut
sensori (p < 0,001). Perlakuan albumin tanpa cake emulsifier (A3B2) memperoleh
tingkat kesukaan tertinggi pada atribut warna (4,2), albumin dengan cake emulsifier
(A3B1) pada atribut rasa (4,3), natrium kaseinat tanpa cake emulsifier (A2B2) pada
atribut aroma (4,2), serta natrium kaseinat dengan cake emulsifier (A2B1) pada
atribut tekstur (3,9). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemilihan jenis foaming
agent dan penambahan cake emulsifier memengaruhi karakteristik fisik maupun
organoleptik santan bubuk yang dihasilkan menggunakan metode foam mat drying.
Description
Validasi file repositori 6 Agustus 2026_Firli
