Perilaku Pencegahan Imfeksi Menular Seksual Oleh Pekerja Seks Perempuan di Eks-Lokalisasi Dusun Suko II Kabupaten Lumajang
| dc.contributor.author | Maulidia Elvira Savitriani | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-11T06:49:31Z | |
| dc.date.issued | 2024-05-21 | |
| dc.description | Reupload file repositori 11 februari 2026_PKL Fani/Firli | |
| dc.description.abstract | Pekerja Seks Perempuan (PSP) adalah kelompok berisiko rentan yang dapat menjadi sarana penularan infeksi menular seksual (IMS). Perkembangan kasus IMS di Indonesia pada triwulan III tahun 2022 sebesar 42.810 dan 7.397 diantaranya adalah pekerja seks. Pada lokasi penelitian yang telah ditentukan, kasus IMS pada PSP tidak terdeteksi. IMS adalah penyakit yang perlu diwaspadai oleh para PSP. Hal tersebut lantaran banyak konsekuensi berat yang harus diterima PSp apabila tidak peduli terhadap kesehatannya. Berdasarkan hasil studi pendahuluan Lokalisasi sudah ditutup sejak tahun 2018, tidak ada lembaga swadaya masyarakat yang menaungi PSP, dan tidak terdapat program jangka panjang yang menaungi masalah sosial. Hal tersebut berakibat pada PSP yang tidak mengetahui risiko IMS, PSP yang tidak memiliki kuasa untuk menolak ajakan hubungan seks tanpa menggunakan kondom, serta PSP tidak rutin melakukan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku pencegahan infeksi menular seksual oleh pekerja seks perempuan di Eks Lokalisasi Dusun Suko II dengan menggunakan teori ABC. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam dan observasi terus terang. Pemilihan informan menggunakan teknik snowball sampling pada PSP dengan status seksual aktif dengan total informan utama 5 orang. Penelitian ini dilakukan di Dusun Suko II, Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur pada Bulan Maret-April 2024. Data informan divalidasi melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data yang digunakan adalah thematic analysis. Penelitian ini menjawab perilaku pencegahan IMS yang dilakukan oleh PSP dipengaruhi oleh antecedent alami dan terencana. Informan penelitian adalah PSP dengan usia seksual aktif. Keseluruhan PSP memiliki latar pendidikan tamatan SD. Sebagain besar PSP tidak memiliki pekerjaan lain. Domisili PSP sebagian besar di Lumajang. Seluruh informan penelitian memiliki status perkawinan janda. Sebagian informan penelitian bekerja menjadi PSP selama kurang lebih 3 tahun. Keseluruhan informan penelitian tidak pernah mengalami IMS dan gejalanya. Keseluruhan PSP memiliki keinginan dari diri sendiri untuk mencegah penularan IMS. Sebagian besar informan memilih teman untuk bertukar cerita. PSP menjawab akses fasyankes mudah untuk dijangkau. Namun, Puskesmas tersebut tidak menyediakan layanan skrining selain skrining untuk ibu hamil. Informasi IMS diperoleh PSP dari media sosial. Alat kontrasepsi yang digunakan PSP berupa kondom dengan penggunaan yang tidak rutin. PSP tidak dapat menolak ajakan klien untuk berhungan seks tanpa menggunakan kondom. Hal tersebut lantaran merasa takut tidak memperoleh penghasilan. Vaksinasi tidak dilakukan secara rutin oleh PSP, namun aksesnya tergolong mudah. Praktiknya vaksinasi untuk mencegah IMS dapat diakses secara mandiri oleh PSP. PSP tidak pernah mengkonsumsi narkoba, namun masih merokok. Cara PSP menjaga kebersihan dan kesehatan area genital dengan sabun dan ramuan herbal. Setelah PSP melakukan aktivitas seks, hal pertama yang dilakukan adalah membersihkan diri. Consequence positif dari PSP adalah memiliki kontrol yang baik atas apa yang sudah diusahakan untuk mencegah IMS sehingga tidak merasa rentan atas kesehatannya. Saran yang dapat direkomendasikan berdasarkan hasil penelitian tersebut adalah dengan mendorong para PSP untuk konsisten menggunakan kondom, melakukan skrining IMS di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dan melakukan vaksinasi. Selanjutnya untuk Dinas terkait pencegahan IMS adalah dengan membuat program serta berkoordinasi dengan pihak Puskesmas seperti melakukan kunjungan dan memberikan edukasi kepada kelompok berisiko salah satunya adalah PSP. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Dr. Dewi Rokhmah, S.KM., M.Kes. DPA: Taufan Asrisyah Ode, S.KM., M.Kes. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/2904 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Kesehatan Masyarakat | |
| dc.subject | Pencegahan Infeksi Menular Seks | |
| dc.subject | Pekerja Seks | |
| dc.title | Perilaku Pencegahan Imfeksi Menular Seksual Oleh Pekerja Seks Perempuan di Eks-Lokalisasi Dusun Suko II Kabupaten Lumajang | |
| dc.type | Other |
