Perilaku Pencegahan Imfeksi Menular Seksual Oleh Pekerja Seks Perempuan di Eks-Lokalisasi Dusun Suko II Kabupaten Lumajang
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Pekerja Seks Perempuan (PSP) adalah kelompok berisiko rentan yang dapat
menjadi sarana penularan infeksi menular seksual (IMS). Perkembangan kasus IMS
di Indonesia pada triwulan III tahun 2022 sebesar 42.810 dan 7.397 diantaranya
adalah pekerja seks. Pada lokasi penelitian yang telah ditentukan, kasus IMS pada
PSP tidak terdeteksi. IMS adalah penyakit yang perlu diwaspadai oleh para PSP.
Hal tersebut lantaran banyak konsekuensi berat yang harus diterima PSp apabila
tidak peduli terhadap kesehatannya. Berdasarkan hasil studi pendahuluan
Lokalisasi sudah ditutup sejak tahun 2018, tidak ada lembaga swadaya masyarakat
yang menaungi PSP, dan tidak terdapat program jangka panjang yang menaungi
masalah sosial. Hal tersebut berakibat pada PSP yang tidak mengetahui risiko IMS,
PSP yang tidak memiliki kuasa untuk menolak ajakan hubungan seks tanpa
menggunakan kondom, serta PSP tidak rutin melakukan pemeriksaan di fasilitas
pelayanan kesehatan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis
perilaku pencegahan infeksi menular seksual oleh pekerja seks perempuan di Eks
Lokalisasi Dusun Suko II dengan menggunakan teori ABC.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam dan observasi
terus terang. Pemilihan informan menggunakan teknik snowball sampling pada PSP
dengan status seksual aktif dengan total informan utama 5 orang. Penelitian ini
dilakukan di Dusun Suko II, Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko,
Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur pada Bulan Maret-April 2024. Data
informan divalidasi melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik
analisis data yang digunakan adalah thematic analysis. Penelitian ini menjawab perilaku pencegahan IMS yang dilakukan oleh PSP
dipengaruhi oleh antecedent alami dan terencana. Informan penelitian adalah PSP
dengan usia seksual aktif. Keseluruhan PSP memiliki latar pendidikan tamatan SD.
Sebagain besar PSP tidak memiliki pekerjaan lain. Domisili PSP sebagian besar di
Lumajang. Seluruh informan penelitian memiliki status perkawinan janda.
Sebagian informan penelitian bekerja menjadi PSP selama kurang lebih 3 tahun.
Keseluruhan informan penelitian tidak pernah mengalami IMS dan gejalanya.
Keseluruhan PSP memiliki keinginan dari diri sendiri untuk mencegah penularan
IMS. Sebagian besar informan memilih teman untuk bertukar cerita. PSP menjawab
akses fasyankes mudah untuk dijangkau. Namun, Puskesmas tersebut tidak
menyediakan layanan skrining selain skrining untuk ibu hamil. Informasi IMS
diperoleh PSP dari media sosial. Alat kontrasepsi yang digunakan PSP berupa
kondom dengan penggunaan yang tidak rutin. PSP tidak dapat menolak ajakan klien
untuk berhungan seks tanpa menggunakan kondom. Hal tersebut lantaran merasa
takut tidak memperoleh penghasilan. Vaksinasi tidak dilakukan secara rutin oleh
PSP, namun aksesnya tergolong mudah. Praktiknya vaksinasi untuk mencegah IMS
dapat diakses secara mandiri oleh PSP. PSP tidak pernah mengkonsumsi narkoba,
namun masih merokok. Cara PSP menjaga kebersihan dan kesehatan area genital
dengan sabun dan ramuan herbal. Setelah PSP melakukan aktivitas seks, hal
pertama yang dilakukan adalah membersihkan diri. Consequence positif dari PSP
adalah memiliki kontrol yang baik atas apa yang sudah diusahakan untuk mencegah
IMS sehingga tidak merasa rentan atas kesehatannya.
Saran yang dapat direkomendasikan berdasarkan hasil penelitian tersebut
adalah dengan mendorong para PSP untuk konsisten menggunakan kondom,
melakukan skrining IMS di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dan melakukan
vaksinasi. Selanjutnya untuk Dinas terkait pencegahan IMS adalah dengan
membuat program serta berkoordinasi dengan pihak Puskesmas seperti melakukan
kunjungan dan memberikan edukasi kepada kelompok berisiko salah satunya
adalah PSP.
Description
Reupload file repositori 11 februari 2026_PKL Fani/Firli
