Representasi Maskulinitas Hibrida dalam Mise-en-Scène Film Superman (2025)
| dc.contributor.author | Robi Kurniawan | |
| dc.date.accessioned | 2026-09-21T04:23:54Z | |
| dc.date.issued | 2026-07-31 | |
| dc.description | Finalisasi oleh agus/September 2026 | |
| dc.description.abstract | Film, sebagai produk budaya populer, turut membentuk cara masyarakat mendefinisikan sosok laki-laki ideal, termasuk melalui genre pahlawan super. Superman secara konsisten digambarkan sebagai sosok maskulin yang hegemonik; namun, film *Superman* (2025) karya James Gunn hadir di saat isu maskulinitas dan reinterpretasi sosok pahlawan semakin diperdebatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis representasi maskulinitas hibrida dalam film *Superman* (2025) melalui elemen-elemen *mise-en-scène*, yaitu latar, pencahayaan, kostum dan tata rias, serta penataan adegan (*staging*). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data, yang berupa adegan dan rangkaian peristiwa, dikumpulkan melalui observasi non-partisipan (*close reading*) dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman—yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan—berlandaskan konsep *mise-en-scène* dari Bordwell serta konsep maskulinitas hibrida dari Bridges dan Pascoe. Analisis berfokus pada empat segmen representatif: momen jatuhnya Superman di Antartika, rangkaian penyelamatan warga saat serangan *kaiju*, pengungkapan pesan Jor-El dan Lara, serta konfrontasi akhir dengan Lex Luthor. Temuan penelitian menunjukkan bahwa maskulinitas hibrida direpresentasikan melalui perpaduan konsisten antara dominasi dan kerentanan di seluruh elemen *mise-en-scène*, dengan penataan adegan sebagai elemen yang paling menonjol. Keempat penanda maskulinitas hibrida—yaitu adopsi selektif, perombakan citra dominan, penjarakan diskursif, dan ilusi perubahan—bermuara pada strategi pencitraan ulang dominasi. Atribut-atribut humanistik tidak menghapus dominasi Superman, melainkan memperkuat legitimasi moralnya, sehingga maskulinitas hibrida dalam film ini pada dasarnya dicirikan oleh adanya dominasi yang terselubung. | |
| dc.description.sponsorship | Muhammad Zamroni, S.Sn., M.Sn. | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/15048 | |
| dc.language.iso | Other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Budaya | |
| dc.subject | maskulinitas hibrida | |
| dc.subject | mise-en-scène | |
| dc.subject | Superman (2025) | |
| dc.subject | gender representasi | |
| dc.subject | film superhero | |
| dc.title | Representasi Maskulinitas Hibrida dalam Mise-en-Scène Film Superman (2025) | |
| dc.type | Other |
Files
Original bundle
1 - 5 of 7
Loading...
- Name:
- 220110401022 - ROBI KURNIAWAN - BAGIAN DEPAN.pdf
- Size:
- 832.53 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 220110401022 - ROBI KURNIAWAN - BAB 1.pdf
- Size:
- 417.21 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 220110401022 - ROBI KURNIAWAN - BAB 2.pdf
- Size:
- 465.16 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 220110401022 - ROBI KURNIAWAN - BAB 3.pdf
- Size:
- 439.66 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
Loading...
- Name:
- 220110401022 - ROBI KURNIAWAN - BAB 4.pdf
- Size:
- 888.57 KB
- Format:
- Adobe Portable Document Format
License bundle
1 - 1 of 1
Loading...
- Name:
- license.txt
- Size:
- 1.71 KB
- Format:
- Item-specific license agreed to upon submission
- Description:
