Representasi Maskulinitas Hibrida dalam Mise-en-Scène Film Superman (2025)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Film, sebagai produk budaya populer, turut membentuk cara masyarakat mendefinisikan sosok laki-laki ideal, termasuk melalui genre pahlawan super. Superman secara konsisten digambarkan sebagai sosok maskulin yang hegemonik; namun, film *Superman* (2025) karya James Gunn hadir di saat isu maskulinitas dan reinterpretasi sosok pahlawan semakin diperdebatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis representasi maskulinitas hibrida dalam film *Superman* (2025) melalui elemen-elemen *mise-en-scène*, yaitu latar, pencahayaan, kostum dan tata rias, serta penataan adegan (*staging*). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data, yang berupa adegan dan rangkaian peristiwa, dikumpulkan melalui observasi non-partisipan (*close reading*) dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman—yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan—berlandaskan konsep *mise-en-scène* dari Bordwell serta konsep maskulinitas hibrida dari Bridges dan Pascoe. Analisis berfokus pada empat segmen representatif: momen jatuhnya Superman di Antartika, rangkaian penyelamatan warga saat serangan *kaiju*, pengungkapan pesan Jor-El dan Lara, serta konfrontasi akhir dengan Lex Luthor. Temuan penelitian menunjukkan bahwa maskulinitas hibrida direpresentasikan melalui perpaduan konsisten antara dominasi dan kerentanan di seluruh elemen *mise-en-scène*, dengan penataan adegan sebagai elemen yang paling menonjol. Keempat penanda maskulinitas hibrida—yaitu adopsi selektif, perombakan citra dominan, penjarakan diskursif, dan ilusi perubahan—bermuara pada strategi pencitraan ulang dominasi. Atribut-atribut humanistik tidak menghapus dominasi Superman, melainkan memperkuat legitimasi moralnya, sehingga maskulinitas hibrida dalam film ini pada dasarnya dicirikan oleh adanya dominasi yang terselubung.
Description
Finalisasi oleh agus/September 2026
