Kehidupan Keluarga Tukang Becak di Jember
| dc.contributor.author | Zulfa Ulinuha Mustika Zahro | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-17T04:08:12Z | |
| dc.date.issued | 2019-11-20 | |
| dc.description | Reupload Repositori File 19 Mei 2026_Kholif Basri Approved by Teddy | |
| dc.description.abstract | Penelitian ini bermula dari melihat adanya tukang becak di Kabupaten Jember dengan banyaknya alat transportasi yang semakin canggih mengakibatkan pendapatan pengayuh tidak tetap, sehingga membuat tukang becak harus memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, yang juga dibantu oleh istrinya untuk bertahan hidup dalam menghadapi kemiskinan. Sejalan dengan permasalahan dengan hal yang telah dijabarkan diatas maka penelitian ini menggunakan teori kemiskinan menurut Lewis dan juga konsep fenomenologi untuk mengkaji fenomena yang terjadi, peneliti melihat adanya keluarga yang mampu bertahan hidup meski termasuk ke dalam perekonomian menengah bawah terutama keluarga tukang becak di Slawu salah satu kelurahan yang berada ditengah perkotaan Jember. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pekerjaan sebagai tukang becak merupakan sumber penghasilan utama bagi keluarga tukang becak. Lokasi pangkalan yang dipilih juga jalanan yang memang tidak dilalui oleh kendaraan umum lainnya. Adapun pekerjaan sampingan yang dilakukan oleh tukang becak diantaranya kuli bangunan, serta service peralatan rumah tangga. Sedangkan istri-istrinya membantu memenuhi perekonomian keluarga dengan menjadi pembantu rumah tangga, sebagai buruh perempuan, membuka usaha kecil, ikut arisan, serta mencari upahan. Akan tetapi, ketika pemasukan ekonomi keluarga nihil, maka berhutang menjadi sebuah kebiasaan yang membudaya bagi keluarga tersebut. Meskipun sudah berada pada perekonomian rendah, keluarga tukang becak dalam penelitian ini tetap berbagi kepada tetangga maupun saudaranya, baik itu berbagi makanan ataupun uang yang memang nominalnya sedikit. Keluarga tukang becak yang dikaji dalam penelitian ini juga tidak pernah mengeluh dengan apa yang dialaminya, justru lebih banyak bersyukur dengan apa yang dialaminya, justru lebih banyak bersyukur dengan apa yang telah terjadi dan dialaminya. Pandangan yang selalu mengambil sisi positif dari setiap permasalahan membuat keluarga tukang becak lebih menerima keadaan, akan tetapi sisi buruknya sikap yang demikian pasif mengakibatkan mobilitas tukang becak rendah. Hal ini juga menjadikan tukang becak untuk tidak lagi mengharapkan bantuan terhadap pemerintah. | |
| dc.description.sponsorship | Dosen Pembimbing Utama : Baiq Lily Handayani, S.Sos., M.Sosio. Dosen Pembimbing Anggota: -- | |
| dc.identifier.other | Kholif Basri | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/9163 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik | |
| dc.subject | becak | |
| dc.subject | alat transportasi | |
| dc.subject | sumber penghasilan | |
| dc.title | Kehidupan Keluarga Tukang Becak di Jember | |
| dc.type | Other |
