Analisis Hubungan Lama Ketuban Pecah Dini Ibu Hamil Aterm dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum

dc.contributor.authorDavid Lahindah Stephanus
dc.date.accessioned2026-06-04T08:42:59Z
dc.date.issued2025-05-21
dc.descriptionFinalisasi_Maya_4 Juni 2026
dc.description.abstractKetuban pecah dini (KPD) merupakan salah satu komplikasi obstetri yang hingga saat ini masih menjadi permasalahan dalam pelayanan kesehatan maternal. Kondisi ini terjadi ketika selaput ketuban pecah sebelum adanya tanda-tanda persalinan, baik pada kehamilan aterm maupun preterm. Secara fisiologis, ketuban berperan penting dalam melindungi janin dari infeksi, memberikan ruang gerak yang optimal, serta menjaga kestabilan lingkungan intrauterin. Apabila ketuban pecah sebelum waktunya, kondisi ini dapat mengganggu homeostasis janin dan meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi, salah satunya adalah asfiksia neonatorum. Risiko komplikasi tersebut diketahui berkaitan erat dengan lamanya ketuban pecah berlangsung sebelum persalinan terjadi. Semakin lama KPD, semakin besar kemungkinan terjadinya infeksi intrauterin, oligohidramnion, kompresi tali pusat, hingga gangguan suplai oksigen ke janin yang pada akhirnya dapat menyebabkan asfiksia. Meskipun demikian, hingga kini masih terdapat variasi dalam standar penanganan KPD, termasuk perbedaan panduan waktu evaluasi dan intervensi. Beberapa studi menyatakan bahwa evaluasi dan penanganan KPD sebaiknya mulai dipertimbangkan sejak 12 jam setelah ketuban pecah, guna mencegah peningkatan risiko komplikasi. Namun, data mengenai hubungan lama KPD dan kejadian asfiksia neonatorum, khususnya di tingkat daerah seperti Kabupaten Jember, masih terbatas sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk menganalisis hubungan lama ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia neonatorum pada kehamilan aterm di RSD dr. Soebandi Kabupaten Jember. Dengan memahami hubungan tersebut, diharapkan penelitian ini dapat menjadi dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan klinis terkait tata laksana KPD, khususnya dalam menentukan waktu intervensi yang tepat untuk meminimalkan risiko komplikasi neonatal seperti asfiksia. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien di RSD dr. Soebandi Kabupaten Jember. Subjek penelitian adalah ibu hamil dengan kehamilan aterm, yaitu lebih dari 36 minggu, yang mengalami ketuban pecah dini dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dengan jumlah sampel minimal 72 subjek yang dibagi ke dalam dua kelompok berdasarkan lama ketuban pecah, yaitu kurang dari 12 jam dan 12 jam atau lebih. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah lama ketuban pecah dini, sedangkan variabel terikat adalah kejadian asfiksia neonatorum yang ditentukan berdasarkan skor APGAR pada menit pertama. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi square untuk melihat hubungan antara kedua variabel tersebut. Pada penelitian ini, didapatkan sebanyak 3 ibu dengan lama KPD < 12 jam mengalami asfiksia neonatorum, dan 29 ibu dengan KPD <12 jam diikuti dengan bayi yang tidak mengalami asfiksia. Ibu dengan KPD ≥12 jam yang diikuti dengan asfiksia neonatorum dalam penelitian ini ditemukan sebanyak 21 orang, sedangkan yang tidak diikuti asfiksia neonatorum sebanyak 19 orang. Temuan dalam penelitian ini dianalisis dengan uji statistik chi-square dan menunjukkan nilai p = 0,001 (<0,005) yang mengindikasikan adanya hubungan antara lama KPD dengan kejadian asfiksia neonatorum. Ketuban pecah dini yang berkepanjangan dapat menimbulkan terjadinya oligohidroamnion maupun meningkatkan risiko infeksi sistemik pada fetus yang dapat menyebabkan terjadinya asfiksia neonatorum.
dc.description.sponsorshipDPU : dr. Dita Diana Parti, Sp.OG
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/8091
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Kedokteran
dc.subjectKetuban pecah dini (KPD)
dc.subjectkomplikasi obstetri
dc.subjectkesehatan maternal
dc.subjectaterm
dc.subjectpreterm
dc.titleAnalisis Hubungan Lama Ketuban Pecah Dini Ibu Hamil Aterm dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
David Lahindah Stephanus - 202010101059.pdf
Size:
919.72 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: