Gerakan Antidiskriminasi Rasial Pascapenembakan Nahel Merzouk di Perancis

dc.contributor.authorAditya Ariaguslidinata
dc.date.accessioned2026-02-18T05:09:43Z
dc.date.issued2025
dc.descriptionReaploud Repository February_agus
dc.description.abstractSebuah gerakan sosial besar dalam menuntut keadilan atas diskriminasi rasial telah terjadi di Perancis. Gerakan ini merupakan bentuk respons masyarakat atas penembakan yang dilakukan oleh seorang polisi terhadap remaja keturunan imigran bernama Nahel Merzouk. Gerakan berlangsung selama 8 hari sejak tanggal 27 Juni 2023 hingga tanggal 5 Juli 2023 yang terjadi di 553 kota di Perancis. Peristiwa ini menjadi jawaban atas rangkaian tindakan diskriminasi rasial yang selama ini terjadi di Perancis khususnya terhadap imigran. Selama ini praktik diskriminasi rasial tidak pernah mendapat respon besar dari masyarakat, namun penembakan Nahel yang juga merupakan praktik serupa berhasil mendapatkan respons yang berbeda dan bahkan memicu terjadinya aksi protes yang menjadi salah satu aksi terbesar yang pernah terjadi di Perancis. Penulis menggunakan teori proses politik dalam penelitian ini untuk menemukan penyebab terjadinya gerakan antidiskriminasi rasial pascapenembakan Nahel Merzouk di Perancis. Teori ini terbagi dalam enam faktor yaitu peluang politik, organisasi pribumi, pembebasan kognitif, peran budaya dalam gerakan sosial, protes yang bersifat multi-level, serta peran dunia internasional yang empat diantaranya digunakan oleh penulis sebagai dasar analisis dalam penelitian ini. Penulis juga menggunakan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini dengan metode pengumpulan data berupa studi pustaka. Data yang diperoleh dan dianalisis oleh penulis dengan teknik deskriptif kualitatif dengan keabsahan yang diperoleh penulis dari pendekatan intersubjective agreement atau kesepakatan intersubjektif. Penelitian ini menemukan bahwa penembakan Nahel Merzouk berada pada momentum terbaik untuk dapat menciptakan gerakan sosial. Latar belakang Nahel sebagai seorang imigran menjadi sebuah peluang politik. Peluang politik ini kemudian digunakan oleh sebagian orang untuk menciptakan sebuah gerakan yang terdiri atas para imigran yang selama ini terpinggirkan di Perancis dan sebagian masyarakat yang kecewa terhadap pemerintahan yang berjalan. Gerakan ini juga terjadi secara multi-level atau mengalami tingkatan berjenjang dari tingkatan administratif terendah hingga tertinggi di Perancis. Dunia internasional juga memberikan dukungannya melalui berbagai organisasi internasional maupun solidaritas dari masyarakat di negara-negara lain.
dc.description.sponsorshipDosen Pembimbing Utama : Dr. Linda Dwi Eriyanti, S.Sos., M.A., Dosen Pembimbing Anggota : Dr. Muhammad Iqbal, S.Sos., M.Si.,
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3470
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
dc.subjectAntidiskriminasi
dc.subjectPascapenembakan
dc.subjectNahel Merzouk
dc.titleGerakan Antidiskriminasi Rasial Pascapenembakan Nahel Merzouk di Perancis
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
ADITYA ARIAGUSLIDINATA - 210910101075.pdf
Size:
920.74 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: