Tambang Emas Mijnbouw Maatschappij Simau di Keresidenan Bengkulu Tahun 1907-1942
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Ilmu Budaya
Abstract
Penelitian ini membahas perkembangan Mijnbouw Maatschappij Simau (MMS) di
Lebong Tandai, Bengkulu, pada tahun 1907–1942 serta pengaruhnya terhadap
pembentukan masyarakat di kawasan pertambangan tersebut. Penelitian ini
bertujuan untuk: (1) menjelaskan proses berdirinya MMS, (2) menganalisis
dinamika perkembangan perusahaan selama periode 1907–1942, dan (3) mengkaji
terbentuknya masyarakat Lebong Tandai sebagai dampak aktivitas pertambangan.
Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik
sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber penelitian diperoleh dari arsip
kolonial, laporan perusahaan, surat kabar sezaman, buku, jurnal, dan dokumen
pendukung lainnya. Analisis dilakukan dengan pendekatan sejarah sosial-ekonomi
untuk melihat hubungan antara perkembangan perusahaan tambang dan perubahan
kehidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MMS berdiri sebagai
kelanjutan dari kegiatan eksplorasi emas yang telah dilakukan sejak akhir abad ke-
19. Setelah resmi berdiri pada tahun 1907, perusahaan berkembang menjadi salah
satu perusahaan tambang emas penting di Keresidenan Bengkulu melalui perluasan
wilayah konsesi, pembangunan infrastruktur, penerapan teknologi skala industri,
dan peningkatan produksi. Aktivitas pertambangan mendorong arus migrasi
penduduk dari berbagai daerah ke Lebong Tandai, sehingga terbentuk masyarakat
yang terstratifikasi secara etnis dengan kedudukan sosial, ekonomi, dan hukum
yang berbeda-beda. Selain membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan
kegiatan ekonomi lokal, keberadaan perusahaan juga menimbulkan berbagai
persoalan sosial, seperti kecelakaan kerja, penyakit, dan kriminalitas. Dengan
demikian, MMS berperan penting dalam membentuk perkembangan ekonomi,
sosial, dan demografi Lebong Tandai selama masa kolonial.
Description
Validasi file repositori 27 Juli 2026_Firli
