Gambaran Status Gizi Pada Petani Dengan Tuberkulosis Di Wilayah Pertanian Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember
| dc.contributor.author | Fiagem Dwi Woro Bahwani | |
| dc.date.accessioned | 2026-02-12T01:33:27Z | |
| dc.date.issued | 2024-06-19 | |
| dc.description | Reupload file repository 12 februari 2026_agus/feren | |
| dc.description.abstract | Indonesia merupakan negara agraris yang mana penduduknya bermata pencaharian petani. Petani berisiko tertular penyakit tuberkulosis jika dilihat dari kemungkinan tingkat keterpaparan, lingkungan kerja, ekonomi dan sosial. Tuberkulosis rentan menular pada petani, hal ini diakibatkan karena berbagai faktor antara lain kondisi ekonomi yang rendah, ruang lingkup yang sesak, sanitasi yang tidak memadai, dan kurangnya akses terhadap fasilitasi kesehatan. Selain itu, tuberkulosis sering kali dikaitkan dengan penurunan status gizi yang buruk. Tuberkulosis dan penurunan status gizi memiliki hubungan dua arah yang artinya tuberkulosis dapat menyebabkan penurunan status gizi dan status gizi dapat meningkatkan risiko berkembangnya tuberkulosis aktif yakni sebesar 6 hingga 10 kali lipat. Penderita dapat mengalami status gizi buruk jika tidak diimbangi dengan diet yang sesuai. Seseorang dengan status gizi buruk mengalami gejala lebih parah dan tingkat kesembuhan lebih rendah serta perlunya memperhatikan status gizi karena dapat mempengaruhi fungsi individu dan kesehatan secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran status gizi pada petani dengan tuberkulosis. Desain penelitian ini yaitu metode kuantitatif, penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu petani dengan tuberkulosis dengan usia produktif sebanyak 120 orang. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner karakteristik responden, indeks massa tubuh, dan kuesioner FFQ untuk mengetahui frekuensi konsumsi bahan makanan zat gizi yang dikonsumsi oleh responden. Analisis data menggunakan analisis univariat yaitu deskriptif analitik. Peneliti melakukan uji kelaikan etik di Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata-rata usia petani yaitu 47,80 tahun dengan petani laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan yang mayoritas pendidikan terakhir jenjang SD, fase pengobatan dominan pada fase lanjutan, riwayat pengobatan dominan pada pasien kasus baru. Status gizi kurang sebanyak 56 orang (46,7%), gizi normal sebanyak 55 orang (45,8%), gizi berlebih sebanyak 9 orang (7,5%), dan tidak ada yang mengalami obesitas. Frekuensi asupan bahan makanan zat gizi yang dikonsumsi oleh petani dengan tuberkulosis yakni pada kategori tidak pernah mengonsumsi roti, bubur, kentang, keju, mentega, coklat, apel, anggur, dan jus buah. Kategori jarang yaitu mie, daging sapi, daging ayam, kacang, jeruk, pisang, kangkung, dan brokoli. Kategori sering yaitu nasi, ikan goreng, tahu, tempe, wortel, bayam, kol, dan jamur. Kesimpulan penelitian ini yaitu lebih banyak berkategori status gizi kurang yang disebabkan oleh pendidikan yang rendah, fase pengobatan, dan asupan makanan yang tidak seimbang. Oleh karena itu, pemantauan status gizi dan pengaturan konsumsi pangan di kalangan petani harus dilakukan secara rutin setiap bulannya. | |
| dc.description.sponsorship | DPU: Ns. Murtaqib, S.Kep., M.Kep DPA: Ns. Kushariyadi, S.Kep., M.Kep | |
| dc.identifier.uri | https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/3054 | |
| dc.language.iso | other | |
| dc.publisher | fakultas keperawatan | |
| dc.subject | frekuensi konsumsi makanan | |
| dc.subject | status gizi | |
| dc.title | Gambaran Status Gizi Pada Petani Dengan Tuberkulosis Di Wilayah Pertanian Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember | |
| dc.type | Other |
