Analisis Pengelolaan dan Pemanfaatan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Lengkong Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember Tahun 2024
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Abstract
Program Keluarga Harapan merupakan salah satu program yang
memberikan bantuan langsung tunai untuk Rumah Tangga Miskin (RTSM),
apabila masyarakat tersebut memiliki komponen-komponen yang sudah
ditentukan oleh PKH. Penelitian ini didasari oleh beberapa permasalahan di Desa
Lengkong terkait pengelolaan dan pemanfaatan Program Keluarga Harapan
(PKH), khususnya perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan dan
pemanfaatan PKH oleh penerima manfaat. Permasalahan tersebut, yaitu
ketidaktepatan sasaran penerima PKH karena terjadinya perubahan peraturan
dalam penetapan KPM PKH dan data yang digunakan yaitu data lama, tidak
adanya program peningkatan kemampuan keluarga (P2K2), tidak adanya
pengawasan kepada KPM PKH terkait pemenuhan kewajiban sebagai KPM, dan
sebagian KPM menggunakana dana PKH tidak sesuai dengan peruntukannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan dan pemanfataan
Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Lengkong Kecamatan Mumbulsari
Kabupaten Jember.
Penelitian ini merupakan penelitian kualiatatif deskriptif. Menggunakan
sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan
yaitu wawancara, observasi, dan dokumen. Teknik analisis data yang digunakan
yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik menguji
keabsahan data yang digunakan yaitu Triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini menggambarkan pengelolaan PKH belum berjalan
dengan baik. Pada aspek perencanaan masih kurang maksimal, terjadinya
perubahan sistem pelaksanaan penetapan kepesertaan PKH tanpa adanya
pemberitahuan kepada KPM PKH dan pendamping PKH, yang menyebabkan
tidak tepatnya sasaran penerima PKH dan data yang digunakan juga data lama.
Penyaluran bantuan telah dilakukan tepat waktu secara bertahap dengan jumlah
besaran bantuan yang sesuai dengan komponennya. Pada aspek pengorganisasian,
pihak-pihak pelaksana PKH telah menjalankan tugasnya dengan baik dan sesuai
dengan tugas yang telah ditentukan. Pada aspek pengarahan, pendamping PKH
telah memberikan pengarahan dan pendampingan di pertemuan kelompok.
Namun, pertenmuan kelompok yang seharusnya dilakukan 1 bulan sekali tetapi
dilakukan 2-3 bulan sekali. Selain itu juga tidak adanya program peningkatan
kemampuan keluarga (P2K2). Pada aspek pengawasan tidak dilakukan secara
langsung kepada komponen KPM PKH. Pengawasan dilakukan secara sistem
yang langsung terhubung dengan UPT Kesehatan dan DAPODIK. Demikian
pengawasan menggunakan sistem ini dinilai kurang optimal dikarenakan tidak
mengetahui secara nyata kondisi yang terjadi dilapangan. Serta tidak adanya
pengawasan kepada KPM PKH terkait pemanfaatan bantuan PKH. Pemanfataan
dana bantuan PKH menunjukkan bahwa masyarakat penerima manfaat PKH
sebagian telah memanfaatkan dana bantuan sosial untuk membeli pakaian
sekolah, peralatan sekolah dan ada juga yang memanfaatakan untuk kebutuhan
sehari-hari. KPM PKH mengakses layanan pendidikan namun, tidak mengakses
layanan kesehatan dan kesejahteraan sosial. Tidak adanya pemeriksaan rutin bagi
lansia dan penyandang disabilitas. Serta tidak adanya fasilitas pendidikan khusus
untuk penyandang disabilitas. Tidak adanya pendampingan dalam pemanfaatan
PKH seperti tidak adanya pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2).
Tidak adanya verifikasi komitmen secara langsung kepada KPM PKH pada
layanan pendidikan maupun layanan kesehatan.
Description
Validasi file repositori 15 Juni 2026_Firli
