Implementasi Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan pada Puskesmas di Kabupaten Jember
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Abstract
Lingkungan hidup merupakan hal penting yang harus dijaga dan
dilestarikan untuk keberlangsungan generasi. Dalam upaya pengelolaan ini
dokumen pengelolaan lingkungan memegang peran yang sangat penting dalam
berbagai sektor termasuk sektor industri, pelayanan kesehatan dan sektor publik
lainnya. Dokumen pengelolaan lingkungan merupakan alat yang digunakan untuk
merencanakan, mengelola dan mengawasi kegiatan-kegiatan yang memiliki
dampak terhadap lingkungan. Salah satu cara pengelolaan dan pemantauan
lingkungan melalui kepemilikkan dokumen lingkungan yang digunakan untuk
memantau lingkungan.
Fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas wajib memiliki dokumen
pengelolaan lingkungan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat Pasal 30 menjelaskan bahwa
setiap Puskesmas harus memiliki izin operasional dan melakukan regristrasi.
Puskesmas memiliki dokumen-dokumen terkait pengelolaan lingkungan, seperti
pedoman pengelolaan limbah medis atau rencana pengelolaan energi, namun
implementasinya sering kali kurang optimal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk
mengetahui implementasi pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada
Puskesmas di Kabupaten Jember.
Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif yang digunakan
untuk mendeskripsikan implementasi pengelolaan dan pemantauan lingkungan
pada Puskesmas di Kabupaten Jember. Pada penelitian ini menggunakan populasi
seluruh puskesmas di Kabupaten Jember. Untuk menentukan sampel,
menggunakan regulasi Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 yang
menjelaskan bahwa setiap berdirinya usaha/kegiatan wajib memiliki dokumen
lingkungan berupa SPPL dan DPLH sesuai dengan kriteria masing-masing
Puskesmas sehingga didapati sampel sebanyak 31 Puskesmas. Informan pada
penelitian ini adalah sanitarian dan kepala Puskesmas yang digunakan untuk
menggali informasi terkait pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada
Puskesmas.
Berdasarkan hasil penelitian implementasi pengelolaan dan pemantauan
lingkungan pada Puskesmas di Kabupaten Jember masih kurang optimal terdapat
22 Puskesmas yang tidak melakukan uji laboratorium terhadap air limbah, terdapat
2 Puskesmas yang tidak mengelola air limbah, terdapat 7 Puskesmas yang tidak
mengelola sampah domestik atau sampah domestik dikelola dengan cara dibakar
dan terdapat 24 Puskesmas yang tidak mengelola sampah domestik sesuai dengan
aturan 3R. Selain itu, ketaatan pelaporan dokumen lingkungan pada Puskesmas di
Kabupaten Jember dinilai tidak optimal karena tidak terdapat Puskesmas yang rutin
melakukan pelaporan setiap 6 bulan sesuai dengan regulasi yang digunakan. Saran
yang dapat dilakukan oleh Puskesmas adalah dengan mengadakan pelatihan
penyusunan laporan dokumen lingkungan. Selain itu, Dinas Kesehatan dan Dinas
Lingkungan Hidup berperan untuk mengadakan sosialisasi lebih lanjut terhadap
pehamahan sanitarian atas regulasi yang digunakan.
Description
Reuploud file repositori 2 Feb 2026_Firli
