Analisis Preferensi Risiko Harga dan Kesediaan Adopsi Fintech Lending Pada Petani Tanaman Pangan di Kabupaten Jember Melalui Pendekatan Certainty Equivalent

dc.contributor.authorRizky Noer Handayani
dc.date.accessioned2026-07-30T05:21:02Z
dc.date.issued2026-06-17
dc.descriptionValidasi dan Finalisasi Repositori File 30 Juli 2026_Kholif Basri
dc.description.abstractFintech lending merupakan salah satu inovasi layanan keuangan digital yang berpotensi menjadi alternatif sumber pembiayaan bagi petani dalam memenuhi kebutuhan modal usahatani. Namun, tingkat adopsi fintech lending di kalangan petani tanaman pangan masih relatif rendah karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti karakteristik sosial ekonomi, kebutuhan pembiayaan, serta pertimbangan risiko dalam penggunaan layanan keuangan digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi risiko petani tanaman pangan di Kabupaten Jember terhadap risiko harga serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam mengadopsi fintech lending. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Jember dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan penyebaran kuesioner kepada 60 petani tanaman pangan yang mengusahakan komoditas padi, jagung, dan kedelai. Preferensi risiko petani dianalisis menggunakan pendekatan fungsi utilitas Bernoulli melalui pengukuran Certainty Equivalent (CE), sedangkan faktor-faktor yang memengaruhi kesediaan adopsi fintech lending dianalisis menggunakan regresi logistik biner. Variabel independen yang digunakan meliputi usia, pendidikan, luas lahan, penerimaan usahatani, modal usahatani, kepemilikan lahan, jumlah tanggungan keluarga, pengalaman berusahatani, keikutsertaan kelompok tani, akses informasi teknologi, preferensi risiko, serta jenis komoditas yang diusahakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani tanaman pangan di Kabupaten Jember memiliki preferensi risiko menghindari risiko (risk averse) sebesar 68,33%, sedangkan sisanya sebesar 31,67% bersifat netral terhadap risiko (risk neutral). Selain itu, hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa kesediaan petani dalam mengadopsi fintech lending dipengaruhi secara signifikan oleh pendidikan, penerimaan usahatani, modal usahatani, pengalaman berusahatani, dan preferensi risiko. Pendidikan, penerimaan usahatani, dan pengalaman berusahatani berpengaruh negatif terhadap kesediaan adopsi fintech lending, sedangkan modal usahatani dan preferensi risiko berpengaruh positif. Sementara itu, usia, luas lahan, kepemilikan lahan, jumlah tanggungan keluarga, keikutsertaan kelompok tani, akses informasi teknologi, serta jenis komoditas yang diusahakan tidak berpengaruh signifikan terhadap kesediaan adopsi fintech lending. Temuan ini menunjukkan bahwa kesediaan adopsi fintech lending pada petani tanaman pangan tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi usahatani, tetapi juga oleh karakteristik perilaku dan psikologis petani dalam menghadapi ketidakpastian, menilai risiko, serta mempertimbangkan berbagai alternatif sumber pembiayaan yang tersedia.
dc.description.sponsorshipDPU: Prof. M. Rondhi, S.P., M.P., Ph.D.
dc.identifier.otherKholif Basri
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/12517
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Pertanian
dc.subjectfintech lending
dc.subjectrisiko harga
dc.subjectcertainty equivalent
dc.titleAnalisis Preferensi Risiko Harga dan Kesediaan Adopsi Fintech Lending Pada Petani Tanaman Pangan di Kabupaten Jember Melalui Pendekatan Certainty Equivalent
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
Watermark-Skrispi-Rizky Noer Handayani.pdf
Size:
2.71 MB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: