Analisis Preferensi Risiko Harga dan Kesediaan Adopsi Fintech Lending Pada Petani Tanaman Pangan di Kabupaten Jember Melalui Pendekatan Certainty Equivalent
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Fintech lending merupakan salah satu inovasi layanan keuangan digital yang
berpotensi menjadi alternatif sumber pembiayaan bagi petani dalam memenuhi
kebutuhan modal usahatani. Namun, tingkat adopsi fintech lending di kalangan
petani tanaman pangan masih relatif rendah karena dipengaruhi oleh berbagai
faktor, seperti karakteristik sosial ekonomi, kebutuhan pembiayaan, serta
pertimbangan risiko dalam penggunaan layanan keuangan digital. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi risiko petani tanaman pangan
di Kabupaten Jember terhadap risiko harga serta mengidentifikasi faktor-faktor
yang memengaruhi keputusan petani dalam mengadopsi fintech lending. Penelitian
dilaksanakan di Kabupaten Jember dengan menggunakan data primer yang
diperoleh melalui wawancara dan penyebaran kuesioner kepada 60 petani tanaman
pangan yang mengusahakan komoditas padi, jagung, dan kedelai.
Preferensi risiko petani dianalisis menggunakan pendekatan fungsi utilitas
Bernoulli melalui pengukuran Certainty Equivalent (CE), sedangkan faktor-faktor
yang memengaruhi kesediaan adopsi fintech lending dianalisis menggunakan
regresi logistik biner. Variabel independen yang digunakan meliputi usia,
pendidikan, luas lahan, penerimaan usahatani, modal usahatani, kepemilikan lahan,
jumlah tanggungan keluarga, pengalaman berusahatani, keikutsertaan kelompok
tani, akses informasi teknologi, preferensi risiko, serta jenis komoditas yang
diusahakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani tanaman pangan
di Kabupaten Jember memiliki preferensi risiko menghindari risiko (risk averse)
sebesar 68,33%, sedangkan sisanya sebesar 31,67% bersifat netral terhadap risiko
(risk neutral). Selain itu, hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa
kesediaan petani dalam mengadopsi fintech lending dipengaruhi secara signifikan
oleh
pendidikan, penerimaan usahatani, modal usahatani, pengalaman
berusahatani, dan preferensi risiko. Pendidikan, penerimaan usahatani, dan
pengalaman berusahatani berpengaruh negatif terhadap kesediaan adopsi fintech
lending, sedangkan modal usahatani dan preferensi risiko berpengaruh positif.
Sementara itu, usia, luas lahan, kepemilikan lahan, jumlah tanggungan keluarga,
keikutsertaan kelompok tani, akses informasi teknologi, serta jenis komoditas yang
diusahakan tidak berpengaruh signifikan terhadap kesediaan adopsi fintech lending.
Temuan ini menunjukkan bahwa kesediaan adopsi fintech lending pada petani
tanaman pangan tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi usahatani, tetapi
juga oleh karakteristik perilaku dan psikologis petani dalam menghadapi
ketidakpastian, menilai risiko, serta mempertimbangkan berbagai alternatif sumber
pembiayaan yang tersedia.
Description
Validasi dan Finalisasi Repositori File 30 Juli 2026_Kholif Basri
