Pengaruh Media Puzzle dengan Menggunakan Model Problem Based Learning pada Pembelajaran IPAS Materi Rantai Makanan Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas V SDN Puger Kulon 04 Jember

Loading...
Thumbnail Image

Journal Title

Journal ISSN

Volume Title

Publisher

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Abstract

Kurikulum Merdeka adalah sebuah konsep kurikulum pendidikan yang diusulkan di Indonesia untuk memperbarui sistem pendidikan dan menggabungkan pendekatan yang lebih holistik dalam pembelajaran. Kurikulum merdeka bertujuan untuk membebaskan siswa dari pembelajaran yang terlalu kaku dan terpusat pada pemerintah, serta mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran. Peserta didik dituntut untuk menghafal materi yang banyak, sehingga harus digunakan model pembelajaran dan media pembelajaran yang inovatif saat menyampaikan materi, supaya proses pembelajaran dapat berjalan lebih efisien, tepat, dan efektif. Model pembelajaran problem based learning merupakan salah satu model yang cocok diterapkan pada pembelajaran IPAS. Model ini dipilih untuk pembelajaran pada mata Pelajaran IPAS, yaitu pada materi rantai makanan. Model pembelajaran problem based learning merupakan model pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran dengan memberikan tantangan atau masalah nyata untuk dipecahkan sehingga model pembelajaran ini memberikan sebuah solusi atas kejadian nyata yang sedang dihadapi dengan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, rasa kepercayaan diri dan kemandirian peserta didik. Selain pemilihan model pembelajaran yang tepat, guru juga perlu menambahkan media pembelajaran. Salah satu media yang cocok digunakan adalah media puzzle. Media puzzle merupakan alat bantu pembelajaran berupa permainan yang berbentuk teka-teki atau gambar yang terdiri dari beberapa bagian yang harus disusun menjadi satu kesatuan yang utuh. Penggunaan media puzzle dengan model problem based learning diharapkan dapat menjadikan kegiatan pembelajaran menjadi lebih nyaman, menyenangkan, dan mengurangi kemungkinan mereka menjadi cepat bosan, sehingga hasil belajar menjadi lebih optimal. Dengan demikian, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh media puzzle dengan menggunakan model problem based learning pada pembelajaran IPAS materi rantai makanan terhadap hasil belajar peserta didik kelas V SDN Puger Kulon 04 Jember. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dan pola yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain non equivalent control group. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Puger Kulon 04 pada tanggal 25 Mei sampai 31 Mei 2024. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VA dan VB yang tiap kelas berjumlah 40 dan 43 siswa. Waktu penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun 2023/ 2024. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa t hitung = 10,677. Hasil yang diperoleh dari uji-t tersebut kemudian dikonsultasikan dengan t tabel pada taraf signifikansi sebesar 5% dengan db 81 adalah 1,664. Hal tersebut menunjukkan bahwa t hitung > t tabel yaitu 10,677 > 1,664 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil yang didapat dari uji keefektifan relatif yaitu ER sebesar 65,00% sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif media puzzle dengan menggunakan model problem based learning pada pembelajaran IPAS materi rantai makanan terhadap hasil belajar peserta didik kelas V SDN Puger Kulon 04 Jember. Saran dalam penelitian ini bagi guru, yaitu puzzle dengan menggunakan model problem based learning dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media alternatif sebagai penghantar atau pendukung kegiatan pembelajaran di kelas. Bagi peserta didik diharapkan penggunaan media puzzle dengan model problem based learning dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.

Description

Reupload Repositori File 26 Januari 2026_Kholif Basri

Citation

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By