Respon Imun Seluler Mencit (Mus musculus) Pasca Paparan Fraksi Protein 31 kDa dari Kelenjar Saliva Aedes aegypti

dc.contributor.authorRofingatun
dc.date.accessioned2026-02-24T03:31:53Z
dc.date.issued2024-05-24
dc.descriptionReupload Repository 24 Februari 2026_Hasyim/Firdiana
dc.description.abstractDemam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang mengancam di dunia, tidak terkecuali Indonesia. Penyebab DBD yaitu virus Dengue yang dibawa oleh vektor Ae. aegypti atau Ae. albopictus betina pada saat blood feeding di tubuh inang. Upaya pencegahan terhadap DBD terus digencarkan salah satunya dengan pengembangan vaksin DBD berbasis vektor yaitu TBV (Transmission Blocking Vaccine). Pengembangan TBV memanfaatkan saliva nyamuk karena mengandung protein antikoagulan, anti inflamasi, vasodilator, dan imunomodulator. Salah satu protein imunomodulator yaitu protein D7 yang terdapat di fraksi protein 31 kDa. Oleh karena itu, penelitian dilakukan untuk menganalisis respon imun seluler (IFN- dan IL-4) pada mencit (Mus musculus) pasca paparan protein 31 kDa dari kelenjar saliva nyamuk Ae. aegypti. Metode yang digunakan pada penelitian ini diawali dengan landing collection, identifikasi spesies Ae. aegypti, isolasi kelenjar saliva Ae. aegypti, separasi protein 31 kDa kelenjar saliva Ae. aegypti dengan metode analisis SDS PAGE, purifikasi protein 31 kDa kelenjar saliva Ae. aegypti dengan metode elektroelusi, perlakuan hewan coba, pengukuran konsentrasi sitokin IFN- dan IL 4 dengan metode ELISA. Perlakuan hewan coba dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok A (kontrol buffer), kelompok B (kontrol adjuvant), dan kelompok C (perlakuan protein 31 kDa Ae. aegypti + adjuvant). Hewan coba diinjeksi secara subkutan setiap dua minggu sekali selama enam minggu dengan volume 100 µl. Pengambilan darah dilakukan selama dua minggu sekali mulai dari minggu ke-0 sampai dengan minggu ke-6 melalui sinus orbitalis. Darah yang telah diperoleh diambil serumnya dengan metode sentrifugal. Konsentrasi sitokin IFN- dan IL-4 diukur menggunakan metode ELISA. Data konsentrasi IFN- dan IL-4 kemudian dilakukan analisis data. Hasil analisis statistik terhadap konsentrasi IFN- dan IL-4 pada minggu ke 0 tidak ada beda nyata dengan nilai sig >0,05, namun pada minggu ke-2, minggu 4, dan minggu ke-6 terdapat beda nyata karena nilai sig <0,05. Kelompok perlakuan 31 kDa Ae. aegypti + adjuvant pada minggu ke-6 konsentrasi IFN- paling rendah (424,04 ng/L), sedangkan konsentrasi IL-4 paling tinggi (270,69 ng/L). Hasil pada penelitian menunjukkan terdapat penurunan konsentrasi IFN- dan peningkatan konsentrasi IL-4. Hal ini membuktikan bahwa paparan berulang protein 31 kDa Ae. aegypti + adjuvant dapat memodulasi respon imun inang dari subset Th1 ke arah subset Th2. Dengan demikian, membuktikan protein fraksi 31 kDa kelenjar saliva Ae. aegypti bersifat imunomodulator.
dc.description.sponsorshipDPU: Dr. Dra. Rike Oktarianti, M.Si. DPA: Syubbanul Wathon, S.Si., M.Si.
dc.identifier.urihttps://repository.unej.ac.id/handle/123456789/4237
dc.language.isoother
dc.publisherFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
dc.subjectImun Seluler Mencit
dc.subjectFraksi Protein
dc.titleRespon Imun Seluler Mencit (Mus musculus) Pasca Paparan Fraksi Protein 31 kDa dari Kelenjar Saliva Aedes aegypti
dc.typeOther

Files

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
ROFINGATUN - 201810401038.pdf
Size:
309.05 KB
Format:
Adobe Portable Document Format

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.71 KB
Format:
Item-specific license agreed to upon submission
Description: