Respon Imun Seluler Mencit (Mus musculus) Pasca Paparan Fraksi Protein 31 kDa dari Kelenjar Saliva Aedes aegypti
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Abstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang
mengancam di dunia, tidak terkecuali Indonesia. Penyebab DBD yaitu virus
Dengue yang dibawa oleh vektor Ae. aegypti atau Ae. albopictus betina pada saat
blood feeding di tubuh inang. Upaya pencegahan terhadap DBD terus digencarkan
salah satunya dengan pengembangan vaksin DBD berbasis vektor yaitu TBV
(Transmission Blocking Vaccine). Pengembangan TBV memanfaatkan saliva
nyamuk karena mengandung protein antikoagulan, anti inflamasi, vasodilator, dan
imunomodulator. Salah satu protein imunomodulator yaitu protein D7 yang
terdapat di fraksi protein 31 kDa. Oleh karena itu, penelitian dilakukan untuk
menganalisis respon imun seluler (IFN- dan IL-4) pada mencit (Mus musculus)
pasca paparan protein 31 kDa dari kelenjar saliva nyamuk Ae. aegypti.
Metode yang digunakan pada penelitian ini diawali dengan landing
collection, identifikasi spesies Ae. aegypti, isolasi kelenjar saliva Ae. aegypti,
separasi protein 31 kDa kelenjar saliva Ae. aegypti dengan metode analisis SDS
PAGE, purifikasi protein 31 kDa kelenjar saliva Ae. aegypti dengan metode
elektroelusi, perlakuan hewan coba, pengukuran konsentrasi sitokin IFN- dan IL
4 dengan metode ELISA. Perlakuan hewan coba dibagi menjadi 3 kelompok yaitu
kelompok A (kontrol buffer), kelompok B (kontrol adjuvant), dan kelompok C
(perlakuan protein 31 kDa Ae. aegypti + adjuvant). Hewan coba diinjeksi secara
subkutan setiap dua minggu sekali selama enam minggu dengan volume 100 µl.
Pengambilan darah dilakukan selama dua minggu sekali mulai dari minggu ke-0
sampai dengan minggu ke-6 melalui sinus orbitalis. Darah yang telah diperoleh
diambil serumnya dengan metode sentrifugal. Konsentrasi sitokin IFN- dan IL-4 diukur menggunakan metode ELISA. Data konsentrasi IFN- dan IL-4 kemudian
dilakukan analisis data.
Hasil analisis statistik terhadap konsentrasi IFN- dan IL-4 pada minggu ke
0 tidak ada beda nyata dengan nilai sig >0,05, namun pada minggu ke-2, minggu
4, dan minggu ke-6 terdapat beda nyata karena nilai sig <0,05. Kelompok perlakuan
31 kDa Ae. aegypti + adjuvant pada minggu ke-6 konsentrasi IFN- paling rendah
(424,04 ng/L), sedangkan konsentrasi IL-4 paling tinggi (270,69 ng/L). Hasil pada
penelitian menunjukkan terdapat penurunan konsentrasi IFN- dan peningkatan
konsentrasi IL-4. Hal ini membuktikan bahwa paparan berulang protein 31 kDa
Ae. aegypti + adjuvant dapat memodulasi respon imun inang dari subset Th1 ke
arah subset Th2. Dengan demikian, membuktikan protein fraksi 31 kDa kelenjar
saliva Ae. aegypti bersifat imunomodulator.
Description
Reupload Repository 24 Februari 2026_Hasyim/Firdiana
