Karakterisasi Tepung Premiks Pancake Berbasis Sorgum dan Pati Kentang dengan Penambahan Xanthan Gum
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknologi Pertanian
Abstract
Perubahan gaya hidup dinamis masyarakat meningkatkan permintaan
produk makanan praktis yang mendorong pengembangan tepung premiks. Pancake
menjadi alternatif sarapan populer namun penggunaan terigu menimbulkan
masalah kesehatan akibat gluten yang menyebabkan gangguan sistem imun.
Tepung sorgum memiliki potensi sebagai pengganti terigu dengan kandungan
karbohidrat (73%), protein (10-11%), zat besi lebih tinggi, bebas gluten, dan indeks
glikemik rendah. Namun aplikasi tepung sorgum menghasilkan tekstur keras,
sehingga diperlukan penambahan pati kentang untuk meningkatkan keempukan dan
xanthan gum sebagai hidrokoloid pengganti gluten.
Penelitian bertujuan mengkaji karakteristik pancake dan tepung premiks
serta menentukan konsentrasi tepung sorgum, pati kentang, dan xanthan gum yang
baik dan disukai. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) dengan perlakuan rasio tepung sorgum:pati kentang (65:35, 60:40, 55:45%)
dan variasi xanthan gum (0,5; 1,25; 2%) dengan tiga pengulangan. Parameter
pancake meliputi kecerahan, volume pengembangan, tekstur (hardness,
springiness, chewiness), evaluasi sensori (hedonik dan mutu hedonik), serta analisis
mikrostruktur Scanning Electron Microscope (SEM). Parameter tepung premiks
meliputi derajat putih, kadar air, dan profil amilografi. Data dianalisis ANOVA 5%
dan dilanjutkan DMRT 5% apabila signifikan. Hasil menunjukkan bahwa sifat fisik pancake dipengaruhi oleh kombinasi
rasio tepung sorgum:pati kentang dan penambahan xanthan gum, dengan interaksi
yang berpengaruh nyata pada volume pengembangan, hardness, dan chewiness.
Formulasi dengan konsentrasi pati kentang tinggi dan tepung sorgum rendah
menghasilkan pancake yang lebih terang (lightness naik), warna merah (hue 19,43-
24,22), penurunan intensitas (chroma menurun), memiliki volume pengembangan besar, hardness rendah, springiness tinggi, dan chewiness rendah. Peningkatan konsentrasi xanthan gum meningkatkan volume pengembangan namun
menurunkan hardness dan chewiness. Mikrostruktur menunjukkan bahwa xanthan
gum membentuk jaringan pengikat gas dan pati kentang berkontribusi pada
pembentukan rongga. Perbandingan tepung sorgum:pati kentang juga berpengaruh
nyata pada derajat putih dan kadar air tepung premiks, dengan peningkatan proporsi
pati kentang meningkatkan derajat putih dan kadar air. Perlakuan terbaik adalah
T3H1 (55% sorgum, 45% pati kentang, 0,5% xanthan gum), yang menghasilkan
pancake dengan kecerahan 54,367, hue 22,48 chroma 27,94, volume
pengembangan 75,08%, hardness 92,439 N, springiness 0,468%, dan chewiness
24,719 N.s. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa pancake memiliki hedonik
warna 4,367 (netral – agak suka), hedonik aroma 4,533 (netral – agak suka),
hedonik tekstur 4,033 (netral – agak suka), hedonik rasa 3,633 (agak tidak suka -
netral), dan hedonik keseluruhan 4,2666 (netral – agak suka). Tepung premiks pada
perlakuan ini memiliki derajat putih 65,19, peak viscosity 861 cP, minimum
viscosity 749 cP, breakdown viscosity 112 cP, final viscosity 1232 cP, seatback 483
cP, pasting temp 83,20 menit, peak time 5.67 menit, dan kadar air 11,79%.
Description
Reupload file repository 16 April 2026_Ratna
