Asesmen Risiko dan Mitigasi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus : Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah)
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Teknik
Abstract
Penelitian yang akan dilakukan ini tidak hanya membahas pemetaan tingkat risiko
bencana kebakaran hutan dan lahan akan tetapi menambahkan langkah mitigasi dalam bencana
kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Arut Selatan.
Asesmen risiko bencana kebakaran hutan dan lahan menggunakan metode analisis
spasialsesuai Peraturan Kepala BNPB Nomor 2 tahun 2012 tentang pengkajian risiko bencana.
Selanjutnya dilakukan langkah mitigasi dengan parameter melakukan pelatihan, melakukan
patroli dan melakukan sosialisasi diambil data dengan wawancara lalu diolah menggunakan
metode AHP untuk menjadi rekomendasi langkah mitigasi yang efektif dan efesien.
Hasil asesmen risiko yang sudah dilakukan risiko Rendah bencana kebakaran hutan dan
lahan terdapat 6 Desa/Kelurahan yaitu Kelurahan Baru, Desa Kumpai Batu Bawah, Kelurahan
Madurejo, Desa Natai Raya dan Kelurahan Raja dengan prosentase luas daerah 2,9% (69,45
Km2) dari total keseluruhan luas Kecamatan Arut Selatan. Risiko sedang bencana kebakaran
hutan dan lahan terdapat 6 Desa/Kelurahan yaitu Desa Kenambui, Desa Kumpai Batu Atas,
Desa Medang Sari, Desa Natai Baru, Kelurahan Sidorejo dan Desa Tanjung Terantang dengan
prosentase luas daerah 13,3% (320,55 Km2) dari total keseluruhan luas Kecamatan Arut
Selatan. Risiko tinggi bencana kebakaran hutan dan lahan terdapat 8 Desa/Kelurahan yaitu
Kelurahan Mendawai, Kelurahan Mendawai Seberang, Desa Pasir Panjang, Desa Rangda,
Desa Runtu, Desa Sulung, Desa Tanjung Putri dan Desa Umpang dengan prosentase luas
daerah 83,8% (2.010 Km2) dari total keseluruhan luas Kecamatan Arut Selatan.
Daerah risiko rendah dari hasil AHP melakukan pelatihan (prosentase 37,99%) dengan
pelatihannya yaitu pelatihan pembentukan kelompok masyarakat tanggap bencana (prosentase
25,63%). Pada daerah risiko sedang dari hasil AHP melakukan pelatihan (prosentase 38,62%)
dengan pelatihannya yaitu pelatihan penanganan karhutla (prosentase 14,18%). Daerah risiko
tinggi dari hasil AHP melakukan patroli (prosentase 35,54%) yang mana patroli yang dilakukan
monitoring warga sedang di lapangan (prosentase 17,70%).
Description
Reupload File Repositori 3 Februari 2026_Rudi H/Ardi
