Peran Ketua Kelompok Tani dalam Penerapan Pupuk Organik pada Budidaya Cabai Rawit di Kelompok Tani Sumber Tani 12 Desa Sukodono Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso
Loading...
Date
Authors
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Fakultas Pertanian
Abstract
Penerapan pupuk organik sangat dipengaruhi oleh arahan dan dukungan dari
seorang pemimpin, khususnya ketua kelompok tani. Penelitian yang dilakukan
bertujuan untuk menganalisis peran ketua kelompok tani dalam penerapan pupuk
organik serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh anggota kelompok
dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif
kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara
mendalam, dan dokumentasi. Informan ditentukan secara purposive method yang
terdiri dari 1 ketua, 13 anggota, dan 1 orang Penyuluh Pertanian Lapang (PPL).
Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis data Miles, Huberman, dan
Saldana yang meliputi tahap kondensasi, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Metode keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dengan
melakukan pengecakan data dari beberapa sumber. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa peran penghubung yang dilakukan ketua yaitu menjadi jembatan informasi
antara anggota kelompok dengan PPL, peternak, dan konsumen. Peran kepala
dengan menjaga kekompakan dan mengurus legalitas pupuk organik. Peran
memonitor dengan memantau dan mengumpulkan informasi mengenai pupuk
organik. Peran diseminasi dengan menyebarluaskan informasi mengenai pupuk
organik kepada anggota. Peran juru bicara dengan menyampaikan informasi
mengenai kebutuhan kelompok kepada pihak luar. Peran kewirausahaan dengan
memperkenalkan inovasi baru kepada anggota. Peran penyelesaian gangguan
dengan mengatasi konflik yang terjadi di kelompok. Peran alokator sumber
sumber dengan mengatur keterlibatan anggota, pembagian bahan pengurai,
penggunaan alat produksi, dan memberi harga khusus bagi anggota. Peran
negosiator dengan melakukan negosiasi dengan pihak PPL, konsumen, dan
pemerintah desa. Adapun kendala yang dihadapi anggota yaitu kendala alam
seperti musim hujan yang menghambat proses pengeringan bahan baku, tidak
adanya alat pengering, kurangnya pemahaman anggota, dan keterbatasan bahan
baku.
Description
Reaploud Repository 13 April-agus
